Minggu, 25 Agustus 2019

An Old Story With You (Part 2) : Kamis Manisku Terasa Lengkap Karena Ada Kopi & Kamu


Pic by Google

"Tingtong", nada dering di smartphone ku berbunyi ketika aku baru saja memasuki area lobby sebuah mall, ada satu pesan masuk dan langsung kubaca saat itu juga, "Ketemu di Max Coffe ya" aku tersenyum membacanya, sekaligus bahagia. Mungkin bercampur dengan rasa deg-degan yang pernah aku alami sekitar 10 tahun yang lalu saat orang yang sama mengirimkan pesan serupa kepadaku saat itu. Yap, akhirnya aku bertemu dengannya lagi, setelah 10 tahun menunggu hari yang tepat, hari yang baik yang terus kuperjuangkan agar bisa terwujud. 

Perkenalan kami memang terbilang singkat, begitupun juga kedekatan kami 10 tahun yang lalu. Tapi semuanya berkesan, meninggalkan cerita indah yang tak bisa aku lupakan hingga kini, cerita indah yang aku mulai lebih dulu di tahun 2007 dan harus aku akhiri karena sebuah lamaran yang lebih dulu datang di tahun 2008. Etapi bukan berarti laki-laki ini tidak berniat melamarku, aku hanya tak ingin memaksanya untuk menikahiku secepatnya karena karirnya sedang menanjak.

Sedih? Tentu saja! Tapi demi kebaikan dan kebahagiaan semua orang, aku harus melespaskannya. Sejak saat itu kami tidak bertemu atau berkomunikasi lagi, apalagi ketika itu aku memutuskan resign dari kantor, tempat bersejarah yang menjadi saksi pertemuan kami 10 tahun yang lalu. Harapan untuk bisa bertemu lagi tentunya kandas, baiklah...mungkin aku harus tutup buku dan tak boleh menengok kebelakang lagi, cukup do'a kan yang terbaik untuknya
Tahun berganti dan aku masih menyimpan nomor hp nya, sayangnya aku gagal menghubunginya di nomor tersebut. Adakah cara lain? Aku mengetikkan namanya di akun Facebook dan mulai searching, Alhamdulillah dapat! Dari situlah aku mendapatkan nomor hp nya yang masih aktif, dan rejekinya...kami dapat melanjutkan komunikasi meskipun hanya menanyakan kabar dan statusnya yang kini sudah tak sendiri lagi.

Aku bahagia dan lega saat mengetahui kalau ia telah menemukan pendamping hidup. Oiya jangan tanya kenapa aku masih menyimpan nomor keramatnya di hp ku, jujur aku gagal bersembunyi, dan semua yang aku rasakan tersampaikan dalam sebuah lagu yang dinyanyikan oleh The Rain di sebuah radio saat aku sedang menyetir mobilku menuju tempat kursusku di daerah Salemba. Mau tau syair lagunya?

The Rain "Gagal Bersembunyi" 

hei!
apa kabarmu jauh di sana? tiba-tiba teringat cerita yang pernah kita upayakan
ku pikir aku berhasil melupakanmu
berani-beraninya kenangan itu datang tersenyum
meskipun jalan kita tak bertemu tapi tetap indah bagiku
semoga juga bagimu
kau tahu aku merelakanmu, aku cuma rindu...aku cuma rindu
takkan mencoba tuk merebutmu...aku cuma rindu
itu saja

gagal, kali ini gagal bersembunyi
di balik kata-kata bijak yang selalu mampu membuat aku terlihat tangguh
padahal hancur lebur harapan yang terlanjur ku percaya
ahaaa haaa

Setelah 10 tahun...

Tak perlu lama-lama untuk mengenalinya, karena tak banyak yang berubah darinya, sisanya? semua masih sama, wajahnya, senyumnya, candanya dan nasehatnya yang dulu selalu menjadi peganganku saat masih jadi ABG labil. Kalo dari postur tubuhnya dia masih tetap tinggi menjulang hanya tak sekurus dulu. kemaja batik slim fit nya membuatnya tampak semakin handsome, kacamata yang digunakan pun membuatnya terlihat sangat kebapak-an. 

Sebenarnya...pertemuan hari ini ini tak sengaja direncanakan, sebuah kebetulan yang pas membuat kami akhirnya bisa bertemu kembali. Berbeda dengan 10 tahun yang lalu, dimana hampir setiap hari Jumat kami selalu menghabiskan waktu bersama sepulang kerja, meskipun hanya nonton bioskop atau makan di street food sekitaran Salemba. 

Dan hari ini, kami menghabiskan secangkir kopi sambil ngobrol seru tentang kegiatan kami masing-masing di salah satu sudut Maxx Coffe lalu melanjutkan obrolan tentang banyak hal di sebuah restoran yang terletak di lokasi yang sama. Dan sejak hari ini pula tali silaturahmi kami kembali terjalin dengan sempurna. Hanya sebagai sahabat tentunya, tak boleh lebih. 

Tanpa terasa satu setengah jam sudah kami bercengkrama, dia harus kembali ke kantornya dan aku harus menuju tempat workshopku yang juga tak jauh dari situ. Kami berpisah di lobby setelah sebelumnya sebuah jabat tangan hangat memisahkan kami. Thanks GOD, hari ini terasa lengkap karena ada kopi dan kamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke www.indrifairy.com
Jangan lupa tinggalkan komentar ^_^