MAAF, TOLONG, TERIMAKASIH, 3 Kata Ajaib Yang Sering Terlupa Oleh Kita

MAAF, TOLONG, TERIMAKASIH adalah tiga kata yang sering dianggap sepele oleh sebagian orang padahal ketiganya merupakan Three magic words yang bisa membuat orang yang mendengarnya merasa senang dan dianggap terhormat. Meskipun terdengar sederhana, tiga kata yang memiliki kekuatan tersendiri itu penting untuk diperkenalan oleh orangtua sejak dini kepada anak-anak mereka agar terus menerus menerapkan nilai kebaikan ini dalam kehidupan sehari-hari. Sebab jika tidak, sanksi sosial tetap dijatuhkan kepada orangtua mereka dan bukan kepada anaknya. Enggak percaya? nih cerita pengalaman pribadi saya baru-baru ini. 

Pic by Google
Seminggu kemarin hujan lebat mengguyur wilayah Cibubur sejak pagi hingga sore hari, karena kondisi cuaca inilah, akhirnya saya lebih sering mengantar jemput Audrey dengan kendaraan roda empat. Ketika sedang menyusuri lorong sekolah menuju ke parkiran, Audrey meminta saya untuk mengajak dua orang temannya yang saat itu tidak dijemput oleh orangtuanya agar pulang bersama kami, saya langsung mengiyakan dan memayungkan mereka sampai di mobil dan bersiap mengantar mereka kerumahnya. 

Ketika tiba di depan rumahnya yang cukup besar (tajir bo!), saya membukakan pintu untuk mereka sambil memayungkan sampai ke dalam pagar rumahnya, lalu kedua anak tersebut hanya berlari ke dalam tanpa bicara sepatah katapun dan hal ini berulang selama beberapa hari saya mengantar mereka. Hingga suatu sore, tetangga kedua anak tersebut melihat saya melakukan hal itu lagi, membukakan pintu dan memayungkan mereka agar tidak kebasahan. 

Tanpa di komando oleh siapapun, si ibu tetangga ini tiba-tiba nyeletuk "Hai kalian, kok enggak bilang terimakasih sih udah dianterin sama tantenya". Kedua anak ini hanya mesem-mesem sambil berlari ke dalam rumah sementara si ibu terdengar menggerutu sambil berkata kepada saya "Begitulah bun, kalau dari kecil enggak pernah diajarin orangtua untuk bilang terimakasih, jadi enggak ada sopan santunnya". Saya hanya melempar senyum kepada si ibu, tapi kalimat ini terus ada dipikiran saya selama perjalanan pulang kerumah.

Apakah saya sendiri sudah cukup mengajarkan anak-anak saya tentang three magic words ini? Semoga sudah, karena sejak Aira dan Audrey kecil saya selalu menanamkan nilai dan norma kebaikan dalam hidup melalui hal-hal yang sederhana. Bukan hanya mengucapkan kata "tolong" saat butuh bantuan, melontarkan kata "maaf" saat melakukan kesalahan dan berucap "terimakasih" saat menerima bantuan tetapi membiasakan mereka untuk mengucap salam saat bertamu, cium tangan saat bertemu dengan mereka yang lebih tua serta berkata yang baik dan sopan kepada semua orang.



Pic by Google

Setelah lebih dari 5x saya mengantar kedua anak ini pulang, memang belum pernah sekalipun mereka bilang "terimakasih" kepada saya, begitu juga dengan orangtuanya yang seharusnya basa-basi kepada saya karena telah mengantarkan anaknya dengan selamat sampai di depan pintu rumah tanpa baju yang basah kuyup. Wajarkah jika saat ini saya merasa kapok dan menolak untuk mengantar mereka lagi? ah...tapi mereka kan masih anak-anak, harusnya saya maklum dong. Apalagi kedua orangtuanya sudah sangat sibuk mengurus pekerjaan mereka sehingga tak sempat untuk berkomunikasi dengan sang anak. 

Namun bagaimana jika hal ini dilakukan oleh orang dewasa? Apakah masih bisa ditoleransi? 

Nah kan...saya jadi ingat kejadian 22 hari yang lalu ketika seorang teman yang tidak terlalu dekat tiba-tiba menghubungi saya karena ada "butuh" nya. Percakapan kami 22 hari yang lalu dimulai dari Facebook Messanger dan berlanjut ke jalur pribadi di WA

Si A     : "Mba, dulu ikut campaign teh kemasan ya? produknya beli dimana?"
Saya    : "Iya, belinya di warung dekat rumah saya"
Si A      : "Nitip dong"
Saya    : "Besok ya saya belikan, ini sudah malam dan sedang hujan"
Si A      : "Tapi aku butuhnya untuk posting besok Mba, bisa beliin sekarang gak?"
Saya   : "Kalopun saya beli sekarang, gimana barang itu bisa sampai di kamu? rumah kita pun jauh"
Si A      : "Kirim aja lewat Ojol mba, ini alamatku"

Kalau diperhatikan lebih seksama, beberapa kalimat si A dalam percakapan itu lebih kepada memerintah seseorang dan tidak terkesan meminta tolong, betul enggak sih? Tapi berhubung saya ingin menjadi teman yang baik akhirnya saya menyuruh kakak Aira pergi ke warung malam itu juga dengan memakai payung untuk membeli 3 cup teh kemasan sesuai pesanan si A, kemudian saya memesan ojek online untuk mengirim ke alamatnya, setelah barang itu di pick up dan saya memberi kabar kepada A bahwa pesanannya telah diantar, dia tak menjawab apapun hingga 22 hari (sampai dengan hari ini), tak ada kabar sedikitpun dari si A tentang paket teh kemasan yang saya kirim malam itu, entah sudah sampai apa belum?

Memasuki hari ke-22 ini saya membuka kembali isi percakapan kami malam itu, ternyata selama berbicara dengan saya, tak ditemukan kata tolong, maaf dan terimakasih yang seharusnya dia selipkan dalam percakapan tersebut, apalagi saat itu dia ada di posisi yang membutuhkan begitu beratkah mengucapkan 3 kata itu? Saya sama sekali tidak mengharap si A mengganti uang yang sudah saya keluarkan untuk mengurus pesanannya kemarin, saya hanya ingin sebuah kabar bahwa barang tersebut sudah dia terima dengan baik. Plus bonus ucapan terimakasih jika si A berkenan. Tapi sampai saat ini, Nothing!

Saya belajar banyak dari sikap si A, malahan saya sempat berpikir jelek, apakah orangtua si A tidak pernah mengajarkan nilai dan norma kebaikan kepada anaknya? sehingga si A seperti anak yang tidak tahu sopan santun dan berat untuk mengucapkan three magic words yang seharusnya dia ucapkan kepada orang yang telah menolongnya? Saya tak ingin menghakiminya meskipun sebenarnya begitu gemas dan kesal. Semoga kedepannya, sikap si A akan berubah termasuk kedua teman sekolah Audrey agar menjadi lebih sopan dan santun dalam pergaulan. 

Komentar

  1. Memang begitu ya, gemes banget, kesannya gak sopan. Gimana ya, jaman sekarang udah banyak krisis moral dan etika, semoga anak-anak kita gak kaya gitu 🙈

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak Aamiin, kalo anak kecil masih bisa dibina tapi kalo orang dewasa apa perlu dibinasakan

      Hapus
  2. anak adalah super copy kedua orang tuanya, jadi jangan menuntut anak mengucapkan 3 kata tersebut jika kita sebagai orang tua tidak mencontohkan hal tersebut.

    BalasHapus
  3. Saya ibu EVA FIORENTINA APRILA  dari palembang mengucap syukur kepada allah,karna melalui bantuan dari aki abdul jamal yg sebesar 20m kini saya sudah bisa menjalankan usaha saya lagi.Puji syukur saya panjatkan kepada Allah yang telah mempertemukan saya dengan Aki Abdul Jamal dan melalui bantun pesugihan putih beliau yang sebar 5M inilah yang saya gunakan untuk membuka usaha selama ini,makanya saya sengaja memposting pesang sinkat ini biar semua orang tau kalau Aki Abdul Jamal bisa membantuh kita mengenai masalah ekonomi dengan bantuan pesugihan putihnya yang tampa tumbal karna saya juga tampa sengaja menemukan postingan orang diinternet jadi saya lansun menhubungi beliau dan dengan senang hati beliau mau membantuh saya,,jadi bagi teman teman yang mempunyai keluhan jangan anda ragu untuk menghubungi beliau di No Wa 085-254-384-488- rasa
    senang ini tidak bisa diunkapkan dengan kata kata makanya saya suatu hari nanti saya akan berkunjun ke kediaman Aki untuk silaturahmi.Wassalam dari saya ibu EVA FIORENTINA APRILA dan untuk lebih lenkapnya silahkan buka blok Aki disini PESUGIHAN UANG GAIB TANPA TUMBAL

    BalasHapus
  4. Nama :: Fitri Reza
    Email :: Fitrireza72@gmail.com
    Whatsapp :: +6285775967323
    Negara :: Indonesia



    Nama saya Fitri Reza dari Indonesia, saya pernah mengalami kesulitan keuangan yang sangat sulit di masa lalu dan saya telah ditipu oleh pemberi pinjaman palsu yang mengambil dari saya dan tidak pernah benar-benar memberi saya pinjaman, sampai baru-baru ini ketika saya mendengar tentang perusahaan (FEMI OTEDOLA LOAN FIRM), yang memberikan pinjaman nyata dan sah, setelah berpikir serius saya sampai pada kesimpulan dan mengajukan pinjaman, setelah beberapa langkah, saya menyelesaikan proses dan saya menerima pesan dari perusahaan bahwa saya pinjaman telah ditransfer, pertama saya berpikir itu adalah lelucon dan saya lari ke ATM dan saya memeriksa dan mengetahui bahwa itu benar dan saya bersumpah untuk membagikan ini kepada semua orang bahwa FEMI OTEDOLA LOAN FIRM adalah nyata dan mereka memiliki bukti untuk saya bahwa memang ada perusahaan pinjaman yang sah dan jujur di luar Indonesia. jika Anda saat ini menghadapi masalah keuangan dan Anda ingin perusahaan pinjaman yang dapat dipercaya membantu Anda, hubungi FEMI OTEDOLA LOAN FIRM hari ini dan dapatkan pinjaman dengan cepat ..

    Kontak
    Perusahaan :: FEMI OTEDOLA LOAN FIRM
    Email :: Femiotedolaloanfirm@gmail.com
    Whatsapp :: +1 (469) 464-5833
    Whatsapp :: +1 (806) 395-2203

    BalasHapus
  5. I never paid attention on such themes like this. When I have found this article, it absorbed me until the end, while reading. I want you to share more of such posts.

    BalasHapus

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke www.indrifairy.com
Jangan lupa tinggalkan komentar ^_^

Postingan populer dari blog ini

Bloggerday 2019 Bandung : Ketika 100 Blogger Berkumpul Di Ulang Tahun Bloggercrony Community

Edukasi Bersih & Sehat Saat Menstruasi Dalam Rangka Hari Kebersihan Menstruasi

Cari Kantong Stoma? Yuk Ke Yayasan Kanker Indonesia