Rabu, 25 April 2018

Quality Time Bersama Bapak (Part 1)

Sejak menikah dan memiliki dua orang anak, saya jarang sekali punya waktu berdua dengan bapak, karena setelah bapak pensiun dari sebuah maskapai penerbangan, beliau langsung mendapat pekerjaan lagi di kantor kementrian sebagai asisten Dirjen disana, pekerjaan baru bapak membawa warna baru dalam hidupnya, kami pun ikut terbawa suasana bahagia. Selain gaji yang besar, bapak juga mengemudikan mobil impian saya selama ini yaitu Toyota Camry Hybrid keluaran terbaru dengan plat RFS yang kebanyakan dipakai oleh pejabat. Kami juga bangga sih saat menaiki mobil ini terlebih saat memarkir kendaraan di depan rumah, tetangga langsung berdecak kagum. Dan saya pun semakin bangga sama bapak.

Aku dan Bapak

Akibat kesibukannya, terkadang bapak tidak sempat makan bahkan acara buang air kecil pun tak sempat sehingga di tahan-tahan sampai benar-benar kebelet. Ditambah lagi kondisi jalanan di Jakarta saat pagi dan sore hari yang macet sehngga bapak harus menahan pipis hingga tiba di tujuan dari sinilah semua bermula. Gejala awal yang dikeluhkan oleh bapak mirip dengan anyang-anyangan jadi saat itu hanya diobati dengan obat yang dibeli di apotik tanpa berobat ke dokter, melihat hasilnya kami pun kurang puas akhirnya berinisiatif ke pengobatan tradisional, kalau diingat-ingat sudah 5x berobat belum juga ada hasilnya. keputusan terakhir kami memilih jalur medis. 

Bapak ditemani adik saya ke spesialis urologi di RS Permata Cibubur, setelah melakukan USG ditemukan sebuah benjolan pada kandung kemihnya, untuk tindakan lebih lanjut bapak dirujuk ke RSUD Bekasi. Saya dan suami bergegas ke Puskesmas setempat untuk meminta surat rujukan BPJS sebagai prosedur tindakan lanjutan ke rumah sakit yang ditunjuk. Setelah semua beres, saya akan menemani bapak berjuang untuk membuang penyakitnya dalam dua hari kedepan. 

Hari Senin 5 Maret 2018 pagi-pagi sekali kami sudah berangkat menuju RSUD Bekasi untuk menindaklanjuti hasil USG bapak, jarak Cibubur - Bekasi terasa tak berarti saat tiba di halaman RS, tetapi alangkah terkejutnya kami saat kesulitan mencari tempat parkir mobil dan melihat antrian manusia dengan segala penyakit di rumah sakit ini. Ratusan orang berjuang untuk tetap sehat dengan mengandalkan BPJS, mereka rela menunggu lama merasakan sakit hanya karena dokter yang terlambat datang atau status rekam medis yang belum ada di poli. Tepat pukul 07.30 saya tiba di depan klinik Urologi dan dokter baru masuk ruangan sekitar pukul 09.30. Nama bapak dipanggil sekitar jam 11 siang.



Dokter Urologi yang menangani bapak adalah Dokter Fitrah, dokter yang tampan namun sedikit bicara dan terlihat agak angkuh. Beliau menyampaikan sebuah kabar yang tidak enak didengar, benjolan yang ada di saluran kemih bapak adalah semacam tumor, untuk melihat ganas atau jinaknya dokter harus mengambil sampelnya melalui teropong dengan proses operasi di tanggal 15 Maret 2018. Kaget juga sih waktu dengar kata operasi, tapi bapak tetaplah lelaki tegar yang kuat menghadapi apapun. Setelah bertemu dokter,saya mengantar bapak untuk cek Laboratorium dan Rontgen yang hasilnya baru bisa diambil setelah 24 jam. 


Hari Rabu dan Kamis Bapak saya antar kembali ke RS untuk cek up ke dokter Jantung dan Paru dalam rangka persiapan operasi. Hasilnya baik dan bapak siap masuk kamar rawat inap pada hari Rabu 14 Maret 2018 pukul 17.00 sore. Malam itu saya dan suami yang mengantar dan menemani bapak tidur di Ruang Teratai Gedung D lantai 3. Bapak menggunakan BPJS kelas 2 sehingga mendapat kamar yang isinya 6 tempat tidur. saya sempat kaget sih karena dulu waktu ibu dan bapak mertua saya dirawat, kami selalu pakai kamar VIP jadi sangat eksklusif, berbeda dengan sekarang kami harus berbagi kamar mandi dan sama sekali tidak ada televisi di dalam ruangan. 




Dan Operasipun Berlangsung

Kamis 15 Maret 2018 akhirnya tiba, perawat menyampaikan agar bapak bersiap tepat pukul 06.00 pagi karena pukul 07.00 akan masuk ke ruang operasi. Kamipun bersiap tetapi karena antrian yang panjang bapak baru masuk ruangan sekitar pukul 09.30. Alhamdulilah proses operasi berjalan lancar dan selesai tepat pukul 11.00. kami mendorong bapak keluar ruang operasi menuju ruang rawat dalam keadaan belum sadar penuh. Tiba diruang rawat saya bertemu dengan sahabat dan juga kerabat yang telah menunggu kedatangan kami, sejak siang itu hingga hari kedua bapak dirawat banyak sekali orang-orang yang datang menjenguk untuk mendoakan kesembuhan bapak dan ini sangat membuat saya terharu. 


Kamis dan Jumat malam, saya kembali menginap di Rumah Sakit bersama Bapak, selain bertugas menyuapi bapak saat makan, saya juga sigap mengganti infus saat habis dan membuang air kencing di kateter setiap kali penuh. Disini saya benar-benar merasa sangat dekat dengan bapak. Berada 3 malam berturut-turut di Rumah Sakit tak membuat saya jenuh. Apalagi teman sekamar bapak semuanya ramah dan menyenangkan. Stok makanan juga banyak dari orang-orang yang menjenguk bapak.

Sabtu paginya kondisi bapak membaik dan diperbolehkan pulang oleh dokter, senang rasanya bisa membawa bapak kembali kerumah. Jadwal kontrol bapak selanjutnya adalah di tanggal 23 Maret 2018 tepat di hari ulang tahunnya. Semoga kembali sehat ya Pak...bisa nemenin Aira dan Audrey main sepeda. Aamiin


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Grand Launching & Open House Kids Republic School Bekasi Centre

Memasuki tahun ajaran baru 2018 - 2019 ini kesibukan saya bertambah sebagai seorang ibu yaitu hunting preschool untuk Audrey. Setelah kelu...