ASUS Vivobook 14X (M1403) Laptop Powerful Dengan Harga Terjangkau

Sebuah notifikasi email terdengar masuk ke smartphone saya siang hari tadi, begitu saya buka, ternyata isi email tersebut adalah sebuah reminder untuk membayar perpanjangan Domain blog saya yang jatuh temponya tak sampai satu bulan lagi. Saya tersenyum saat membaca isi email tersebut,, sambil sesekali merasa takjub pada diri sendiri. Enggak terasa loh tahun 2023 ini adalah kali ke-7 saya memperpanjang Domain blog, itu artinya 7 tahun sudah saya wara-wiri  di dunia Blogger.

Jika di flashback ke belakang, sebelumnya saya tidak pernah menyangka kalau aktivitas saya di dunia maya bisa "sehidup" ini, berawal dari eks seorang wanita karir yang gabut pasca resign dan butuh healing dengan mengikuti berbagai acara bertajuk Seminar Parenting dari yang gratisan hingga berbayar, lalu apa yang saya dapatkan dari berbagai acara tersebut menjadi sebuah cerita yang tertulis dalam sebuah blog bernama indrifairy.com. Nah jika mengingat perjalanan menjadi seorang Blogger, saya menjadi teringat masa kecil dulu, begini ceritanya...

Sinotif Indonesia, Rekomendasi Tempat Bimbel Online Terbaik Bagi Anak

Menjadi ibu di jaman now memang harus multitasking, bisa atau tidak bisa, ada beberapa pekerjaan yang harus saya lakukan dalam waktu bersamaan hampir setiap hari dirumah, mulai dari menggendong si bungsu sambil menyiapkan bekal kedua kakaknya saat akan berangkat ke sekolah saat pagi hari, lalu di sore harinya saya harus menemani anak-anak belajar atau mengerjakan tugas-tugas sekolah mereka sambil menemani si bungsu yang masih usia batita bermain, Jika tugas yang mereka dapatkan dari sekolah berupa hafalan atau sekedar menyalin, atau mata pelajaran yang tidak perlu menguras otak, tentu saja saya siap membantunya, tetapi...kalau tugas sekolah mereka sudah mulai berhitung, mengukur dan bermain rumus, rasanya ingin saya kibarkan bendera putih di depan anak saya.

Sayangnya, seorang ibu harus tetap terlihat jagoan di mata anak-anaknya, jadi sambil berpura-pura serius menatap ke soal-soal tersebut, sejujurnya saya kepikiran untuk menelpon Ayahnya yang lebih pintar berhitung ketimbang saya, atau sekalian saja saya hubungi Tante saya di Solo yang berprofesi sebagai seorang guru Matematika, namun lagi-lagi saya galau, kenapa harus repot-repot menggangu si ayah yang sedang berkutat dengan pekerjaan kantornya, apalagi harus menelpon si Tante yang mungkin juga sedang sibuk mengajar di kelasnya.

Kampung Lali Gadget, Mengedukasi Anak Memberdayakan Masyarakat

Dok : KLG

Pembelajaran jarak jauh yang pernah terjadi pada masa pandemi menyisakan PR yang lumayan banyak untuk saya, sebab kedua anak saya yang dulunya tidak pernah bersinggungan dengan Gadget, mau tak mau akhirnya memegangnya, mengoperasikannya hingga kini sudah sangat piawai tanpa perlu saya ajarkan lagi, malah jika boleh jujur, mereka lebih pintar dari kita para orangtuanya, tetapi untungnya apa yang mereka tonton dan mereka kerjakan masih dalam batas yang wajar meskipun terkadang suka lupa waktu 

Yah yang namanya penyesalan memang selalu datang di akhir, banyak kata andai yang selalu muncul saat mengingat betapa menyebalkannya si gadget ini, selain dapat menyebabkan kecanduan, bermain gadget terlalu lama ternyata dapat berdampak buruk bagi kesehatan fisik dan mental. Bahkan bisa terkena Insomnia. Ingin sekali rasanya kembali seperti dulu, ketika anak-anak belum mengenal gadget, ketika mereka tidak sibuk dengan dunianya masing-masing, lebih banyak membaca buku dan bermain dengan teman sebayanya di tanah lapang.

Padahal bermain diluar rumah bersama teman sebaya memiliki banyak manfaat, selain melatih keterampilan sosial anak, proses tumbuh kembang pun akan berjalan dengan baik saat terjadi gerakan yang aktif. Bayangkan jika anak-anak terpapar gadget, sudah pasti akan malas bergerak sehingga menghambat proses tumbuh kembangnya, Jika generasi mudanya saja sudah malas bergerak, bagaimana nasib Indonesia nantinya? 

Pentingnya Cegah Anemia Untuk Optimalkan Kognitif Generasi Maju

Dua hari yang lalu, saya menemani Ayah saya kontrol ke Rumah Sakit pasca beliau dirawat karena kadar Hb nya sangat rendah, waktu itu angka yang tertulis di kertas hasil tes Laboratorium menunjukkan angka 3,5 padahal Hb manusia normal harusnya ada di angka 13,5. Akibat Hb yang kurang tersebut, Ayah saya harus dirawat selama 6 (enam) hari untuk mendapatkan transfusi 8 (delapan) kantong darah. Alhamdulillah di hari ke-6, Hb nya sudah diangka 12. Jadi tugas kami ketika Ayah pulang kerumah adalah membantu menaikkan Hb nya yang tinggal sedikit lagi untuk mencapai angka Hb yang normal. Saat kontrol kemarin, dokter terus mengingatkan agar Ayah lebih banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi dan vitamin C. 

Mendengar ucapan dokter tersebut, saya menyimpulkan bahwa penyakit Anemia atau yang lebih dikenal penyakit akibat kekurangan zat besi ternyata adalah sebuah penyakit yang gejalanya sering tidak terdekteksi pada sebagian orang, termasuk Ayah saya yang tidak mengalami pusing apalagi merasa lesu sebelum beliau di diagnosa Anemia, di kesehariannya beliau juga masih aktif dengan kegiatan rutinnya dengan baik tanpa ada gejala yang mencurigakan. Nah jika gejala Anemia pada orang dewasa saja tidak terdeteksi, bagaimana jika kasus seperti Ayah saya terjadi pada anak-anak? apakah dampak yang akan terjadi pada tumbuh kembangnya nanti jika kekurangan zat besi?