Selasa, 19 Maret 2019

Meuthia Z Rizki Luncurkan Buku Ketiga "Pikiran Adalah Kunci"

Meuthia Z Rizki

Kekuatan cinta selalu berhasil menyatukan dua hati yang berbeda, bagaimana dengan kekuatan pikiran? 
Percaya enggak kalau kekuatan pikiran dapat merubah hidup seseorang? awalnya sih sempat enggak percaya tetapi setelah bertemu langsung dan mendengar cerita dari Meuthia Z Rizki tentang karirnya yang sukses saat ini adalah hasil dari memberdayakan kekuatan pikiran, saya baru percaya.

Ditemui dalam peluncuran buku terbarunya di Cozyfield Cafe, Gramedia Pondok Indah Mall. Meuthia Z Rizki menceritakan perjalanan hidupnya sejak masa kanak-kanak hingga dewasa. Ketika kecil, Meuthia adalah anak yang penyakitan dan gagap hingga usia remaja. Ia juga mengalami kebangkrutan hingga depresi ketika melahirkan kedua anaknya. Meuthia kemudian menyadari bahwa rangkaian peristiwa yang dialaminya ini disebabkan oleh kelemahannya dalam memberdayakan pikiran.


Menurut Meuthia, pikiran memiliki kekuatan dan kita sudah memilikinya sejak bayi, tinggal bagaimana kita memberi perintah dengan jelas, bersikap tenang dan rileks, selalu berpikir positif dan hindari overthinking. Jadi apapun masalahnya, PIKIRAN adalah solusinya.

Sabtu, 09 Maret 2019

Bloggerday 2019 Bandung : Ketika 100 Blogger Berkumpul Di Ulang Tahun Bloggercrony Community

Peserta Bloggerday2019 Bandung
doc : BCC

"Selamat! Kakak terpilih untuk mengikuti acara Bloggerday 2019 di Bandung" sebuah kabar baik masuk melalui alamat e-mail saya di suatu siang. Kalimat yang sederhana namun membawa kebahagiaan sekaligus kebanggaan tersendiri bagi saya. Gimana enggak bangga, sebagai seorang newbie blogger, saya terpilih untuk bergabung bersama 100 blogger lainnya yang bakal hadir di perayaaan Anniversary Bloggercrony Community di kota Bandung selama 2 hari.

Saya juga merasa bahagia karena Surat Ijin Me-time (SIM) dari pak suami dan ayah sudah saya kantongi, malah dengan santai suami saya bilang "Berangkatlah Ma, anak-anak dan bapak biar saya yang handle". Hati langsung lega mendengarnya, apalagi ketika berangkat, kondisi ayah pasca operasi tumor kelihatan membaik, langkah saya pun menjadi semakin ringan.

Bloggercrony Community (BCC) genap berusia 4 tahun pada bulan Februari lalu. Seperti tahun sebelumnya, setiap merayakan hari jadinya, sebuah acara bertajuk Bloggerday selalu dihadirkan untuk para membernya yang sering disebut BCC Squad. Setelah Kota Bogor dan Jakarta, BloggerDay yang ketiga memilih Kota Bandung sebagai lokasinya.

Di kota yang terkenal dengan sebutan Kota Kembang ini para blogger yang tergabung menjadi member BCC bukan hanya diajak bersenang-senang di Trans Studio Bandung tetapi juga belajar, karena ada rangkaian Workshop menulis dan Workshop Stress Manajemen yang berlangsung  di hari kedua yaitu tanggal 3 Maret 2019.

Rabu, 06 Maret 2019

#LiveWithRare : Dukung Keluarga Dan Pasien Penyakit Langka Dengan Kasih Sayang

Narasumber Sharing Session

Memiliki anak yang sehat dan cerdas adalah harapan setiap orangtua, begitu juga dengan harapan Bapak Agus Sulistyono, ayah dari Pinandito Abid Rospati (Dito) yang menjadi pengidap penyakit langka jenis Pompe pertama di Indonesia. 
Sejak lahir, Dito tampak sehat dan tidak menunjukkan gejala apapun hingga memasuki usia 3 tahun, Dito mulai sering keluar masuk Rumah Sakit akibat sebuah penyakit dengan gejala awal sesak nafas sehingga memerlukan alat bantu berupa selang oksigen di hidungnya.


Penyakit Pompe disebabkan oleh kekurangan atau disfungsi enzim yang disebut asam alfa glukosidase atau GAA, ketika GAA tidak bekerja sebagaimana mestinya, glikogen menumpuk di otot menyebabkan gejala yang melemahkan. Penyakit Pompe juga menyebabkan kelemahan otot dan kesulitan bernafas.

Pompe adalah salah satu jenis penyakit langka di Indonesia yang gejalanya seringkali menyerupai penyakit lain sehingga menyulitkan diagnosis. Berdasarkan European Organization for Rare Disease sebuah penyakit dikatakan langka jika penderitanya dibawah angka 2000 atau jumlah penderitanya sangat sedikit dibanding populasi pada umumnya. Hal ini diungkapkan oleh Dr.dr. Damayanti Rusli Sjarif SpA (K) dalam acara Peringatan Hari Penyakit Langka Sedunia 2019 yang berlangsung pada tanggal 27 Februari 2019 lalu di Graha Dirgantara, Jakarta Timur. 

Senin, 04 Maret 2019

Ngobrolin Halal Food Bareng LPPOM MUI Di The Atjeh Connection


Mencari makanan halal di Indonesia ternyata masih tergolong sulit apalagi di pusat kota Jakarta, beberapa restoran yang terbilang kondang dan menjadi favorit penikmat kuliner pun masih ada yang belum memiliki sertifikat halal. Padahal setiap harinya puluhan umat muslim menyantap makanan dan minuman direstoran tersebut tanpa mengetahui halal atau tidaknya kandungan yang ada pada bahan makanan

Halal bukan sekedar gaya hidup tetapi sebuah kebutuhan, sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia sudah mencanangkan dunia halal sejak tahun 2012.  Sejak saat itu pula masyarakat mulai menyadari pentingnya label halal pada produk-produk yang dikonsumsi. Perubahan gaya hidup masyarakat muslim ini akhirnya melahirkan produk-produk kosmetika dan obat-obatan berlabel halal hingga menjamurnya restoran berkonsep halal di Indonesia.