Senin, 26 Februari 2018

Gizi Seimbang Untuk 1000 Hari Pertama Generasi Emas

Untuk menciptakan generasi yang sehat dan cerdas, langkah awal yang harus dilakukan adalah pemenuhan nutrisi anak sejak dini yaitu di 1000 hari pertama kehidupannya. Istilah 1000 Hari Pertama Kehidupan atau disingkat 1000 HPK mulai terdengar akrab ditelinga sejak Kementrian Kesehatan menggaungkan pentingnya pembentukan tumbuh kembang anak pada 1000 hari pertama atau periode emas. Tetapi sebenarnya apa sih yang dimaksud 1000 Hari Pertama Kehidupan? Dan mengapa begitu penting? Jawabannya saya temukan dalam Talkshow Kesehatan yang digelar oleh Nutrisi Untuk Bangsa dalam rangka Hari Gizi pada Hari Selasa 20 February 2018 lalu.

Bertempat di Hotel Santika Taman Mini, Talkshow Kesehatan dengan tema "Menyediakan Gizi Terbaik dalam Periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) " ini menghadirkan 3 (tiga) orang narasumber yang kompeten di bidangnya, mereka adalah :
1. Prof. Endang L Achadi (Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia,Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI)
2.  dr.Tirta Prawita Sari M.Sc, Sp.GK 
3. DR.dr.Yustina Anie Indriastuti MSc, Sp.GK (Wakil Ketua Pengurus Pusat - Perhimpunan Gizi Medik Indonesia


Narasumber Talkshow



Paparan pertama diberikan oleh Prof Endang yang membahas tentang 1000 Hari Pertama Kehidupan Untuk Generasi Emas, pengertian 1000 HPK adalah periode kehidupan seorang bayi /anak selama 270 hari/9 bulan di dalam kandungan dan 730 hari/2 tahun pertama setelah lahir. Periode Emas ini sangat penting karena bila periode ini tidak dilalui dengan baik maka akibatnya terhadap kecerdasan dan kesehatan bersifat permanen, sulit untuk diperbaiki dan berpengaruh terhadap dua generasi berikutnya. Akibat jangka panjangnya adalah sebagai berikut : 
1. Kecerdasan Kemampuan Koginitif Rendah
2. Stunting
3. Resiko Tinggi menderita PTM (Penyakit Tidak Menular) antara lain Diabetes, Penyakit Jantung, Stroke dan Hipertensi




Salah satu akibat jangka panjang yang harus diwaspadai oleh seorang ibu adalah stunting. Stunting artinya tubuh yang lebih pendek dari standar usianya, yang terjadi akibat gangguan atau hambatan pertumbuhan dan perkembangan organ tubuh. Penyebab Stunting dipengaruhi oleh status gizi anak, hal ini terjadi karena beberapa faktor yaitu Asupan tidak adekuat, Kuranganya keamanan pangan rumah tangga dan pola asuh yang salah. Sebanyak 4 dari 10 anak balita Indonesia stunting dan jumlah balita stunting di Indonesia adalah nomor 5 terbanyak  di dunia, kondisi keadaaan sumber daya Indonesia saat ini adalah Indonesia termasuk dalam 17 negara diantara 117 negara yang mempunyai prevalensi tinggi Stunting (37,2%), 12,1% (Wasting), dan 11,9% Overweight pada balita. Untuk itu perlu edukasi bagaimana menyusun menu gizi seimbang.


4 Pilar Utama Gizi Seimbang


Bicara tentang gizi seimbang, narasumber kedua dr.Tirta Prawita Sari M.Sc, Sp.GK mengajak kita untuk menginstal Pedoman Gizi Seimbang sebagai pengganti pedoman 4 Sehat 5 Sempurna yang hanya menekankan pada jenis (nasi, lauk pauk dan buah ditambah susu) sedangkan gizi seimbang adalah susunan makanan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman makanan, aktifitas fisik, perilaku hidup bersih dan mempertahankan berat badan normal untuk mencegah gizi kurang dan gizi lebih

Gizi Seimbang mencakup beberapa kriteria berikut ini :
1. Cukup secara kualitas dan Kuantitas
2. Mengandung berbagai zat gizi (energi, protein,vitamin dan mineral) yang diperlukan tubuh
3. Menjaga kesehatan, melakukan aktivitas, dan fungsi kehidupan sehari-hari bagi semua kelompok umur. 
Anak yang bergizi baik dan sehat jaringan otaknya padat, pada usia 2-3 tahun berikan stimulasi yang baik agar tumbuhnya lebih optimal.


Narasumber
dr.Tirta Prawita Sari M.Sc, Sp.GK
Prof. Endang L Achadi , DR.dr.Yustina Anie Indriastuti MSc

1000 HPK mencakup kecukupan gizi pada ibu hamil, ibu menyusui, bayi 0-6 bulan, dan bayi/anak 6-24 bulan. Upaya apa yang dapat dilakukan untuk calon ibu hamil, ibu hamil dan ibu menyusui adalah menerapkan pola makan bergizi seimbang dan melakukan pola hidup bersih dan sehat. Jangan lupa asupan zat besi dan asam folat untuk ibu hamil agar janin dan bayi tumbuh sehat dan mencegah terjadinya kecacatan. 

Setelah bayi lahir, berikan Air Susu Ibu (ASI) eksklusif selama 6 bulan. Khusus untuk bayi 0-6 bulan ASI saja adalah gizi seimbang, ASI adalah makanan terbaik bagi anak usia 0-24 bulan, selama 6 bulan pertama hanya ASI yang boleh diberikan setelahnya ASI harus didampingi oleh makanan pendamping untuk memenuhi kebutuhan zat gizi bayi dan anak setelah bayi mencapai 6 bulan ASI tidak lagi mencukupi.

Sumber asam folat

Bagaimana mempersiapkan MP-ASI yang baik? DR.dr.Yustina Anie Indriastuti MSc, Sp.GK menyampaikan paparannya. Menurut dokter Yustina MP ASI yang baik ciri-cirinya :
1. Kaya zat besi 
2. Mudah dimakan anak
3. Tidak berbumbu tajam atau tidak terlalu asin
4. Disukai anak
5. Berbasis Pangan Lokal


Jenis bahan pangan wajib dalam menu MPASI

Tips untuk membuat dan memberikan MP-ASI dari dokter Yustina yang harus dipraktekan :
1 Upayakan dapur dan peralatan masak terpisah dengan orang dewasa
2. Menggunakan stainles steel & jangan mengunakan kayu,"melamine", sterofom ,"plastik"yang tidak aman
3. Menggunakan lap sendiri ,serta dicuci setiap hari
4. Cuci  tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum memasak atau memberikan MP-ASI
5. Bila memotong gunakan sarung tangan
6. Juru masak yang diare atau tifus tidak boleh memasak sampai dinyatakan sembuh.


Contoh MP-ASI untuk anak usia 6 bulan

Ibu Tia, Pemenang Lomba Resep Kreasi Sehat Danone

Di sesi terakhir Talkshow ada sharing Resep Kreasi Sehat Menu Bisfull Guava yang dibuat dari Vit Levite Jambu tanpa tambahan gula, Ibu Tia adalah pemenang lomba resep kreasi sehat Danone beberapa saat lalu. Dan yang menjadi Juri adalah Cheff Yuda Bustara. Kebetulan nih Cheff Yuda juga hadir dan memberikan 2 (dua) jenis resep sehat yaitu Salmon Tauco dan Green Juice (Campuran Buah Nanas dan Pokcoy). Cheff Yudha membagikan resepnya untuk dicicipi oleh para tamu undangan yang hadir, dan rasanya luar biasa enak. Selain sehat dan praktis dibuatnya, keluarga juga pasti suka. Bunda juga bisa mendapatkan informasi seputar nutrisi dan tumbuh kembang serta kesehatan di sosial media Nutrisi Untuk Bangsa di Twitter, Instagram dan Facebook. 


Cheff Yuda Bustara

5 komentar:

  1. Pemenuhan gizi memang menjadi kewajiban orang tua ya mba terutama saat anak berusia di 1000 hari pertama.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali bunda...utk kita perlu memenuhi asupan gizi terbaik utk buah hati

      Hapus
  2. PebasaPensm rasa salmon tauconya..enak gak say..btw infonya penting bgt nih buat para mama muda agar lebih memperhatikan asupan gizi pd anak di 1000 hr pertama

    BalasHapus
  3. Enak mba salmon nya kaya omega baik utk pertumbuhan dan sehat utk si kecil

    BalasHapus
  4. Harus lebih perhatiin banget ya nutrisi di 1000 HPK .

    BalasHapus

Grand Launching & Open House Kids Republic School Bekasi Centre

Memasuki tahun ajaran baru 2018 - 2019 ini kesibukan saya bertambah sebagai seorang ibu yaitu hunting preschool untuk Audrey. Setelah kelu...