Minggu, 12 Agustus 2018

Kementrian Perindustrian Dukung Mayora Hadapi Revolusi Industri Keempat



Apa yang terpikir di benak kalian ketika mendengar kata industri? Industri selalu identik dengan pabrik dan proses produksi suatu barang, bisa makanan dan minuman, pakaian hingga obat-obatan. Dari beraneka ragam industri di Indonesia, industri makanan dan minuman adalah industri nomor satu yang menjadi kesayangan Indonesia karena bisa menjual produk ke negara lain dalam jumlah banyak.

Perusahaan makanan dan minuman termasuk dalam sektor terbesar yang mendukung keberhasilan Indonesia di era Industri 4.0 kualitas produk kita tidak kalah dengan negara lain dan akan semakin banyak dibeli diluar negeri. Keberhasilan inilah yang akan membuat industri kita semakin canggih.

PT.Mayora Indah Tbk adalah salah satu pelaku industri makanan dan minuman andalan Indonesia karena saat ini sudah menjadi pemain global yang sudah dikenal di banyak negara di dunia, produknya di ekspor hingga ke Amerika dan beberapa negara lain di dunia. Sebagai warga negara Indonesia tentunya kita patut berbangga dengan pencapaian yang luar biasa ini. Lalu bagaimana Mayora bisa meraih semua ini?


Di Hari Kamis yang cerah tepatnya tanggal 9 Agustus 2018 lalu bersama Kementrian Perindustrian dan Komunitas Emak Blogger kami berkunjung ke Pabrik Mayora di Jl.Yos Sudarso no.19 Jakarta Barat. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam dari kantor Kementrian Peridustrian di Jalan Gatot Subroto kami tiba di lokasi pabrik dan disambut oleh karyawan PT. Mayora yang memberikan safety briefing dan peraturan yang harus dipatuhi oleh para pengunjung di area pabrik.

Kunjungan ini diadakan oleh Kementrian Perindustrian dalam rangka menanamkan rasa cinta pada produk Indonesia, untuk itu selain 10 (sepuluh) orang emak blogger, ada sekitar 30 anak usia 9-12 tahun yang tergabung dalam Reporter Cilik Media Indonesia juga ikut menyaksikan langsung proses pembuatan beng-beng mulai dari sheet, cream, caramel, hingga menjadi sebuah cokelat yang enak.

Melihat langsung proses produksi beng-beng
(Doc : Refika)

Tentang MAYORA

PT. Mayora Indah, Tbk memiliki 22 plant/pabrik di Indonesia dan 5 plant di luar negeri. Nah pabrik yang kami kunjungi adalah plant nomor 2 tertua yang dimiliki oleh Mayora yaitu Divisi Wafer. Pabrik ini mulai berdiri pada tahun 1982 dengan luas bangunan 2 hektar. Jumlah karyawan Mayora divisi wafer hingga bulan Agustus 2018 mencapai 2624 orang yang terbagi dalam 3 shift, belum lagi jika dihitung secara keseluruhan jumlah karyawan yang ada di seluruh pabrik, hal ini tentunya sangat membantu banyak orang mendapatkan pekerjaan.

Pabrik Mayora terbagi menjadi 3 (tiga) zona yaitu Zona Merah, Kuning dan HIjau. Untuk area produksi yang akan kami kunjungi berada di zona hijau. Di tempat ini lah kami akan melihat langsung pembuatan Beng-Beng, makanan favorit yang sangat disukai berbagai kalangan dan usia. Penting untuk diketahui para pengunjung bahwa ada beberapa peraturan khusus sebelum plant tour berlangsung, mau tahu kan apa saja?

1. Gunakan pakaian khusus yang sudah disediakan oleh Pihak pabrik
2. Cuci tangan dan Sanitasi
3. Memakai topi dan masker
4. Melepas perhiasan dan barang berunsur logam
5. Tidak diperkenankan membawa makanan dan minuman
6. Tidak mengambil gambar di spot-spot tertentu di sekitar area produksi

PT. Mayora Indonesia Tbk sebenarnya sudah ada sejak tahun 1977, selama 41 tahun Mayora terus berkomitmen bahwa produk yang diproduksi berkualitas dan halal, beberapa sertifikasi yang telah didapatkan atas prestasi perusahaan ini adalah Sertifikat Halal MUI, Sertifikat Halal dari Malaysia, Badan POM, tersertikasi SNI Biskuit dan ISO 22000

Beberapa produk Mayora

Untuk menjaga kualitasnya agar bisa bersaing dengan kompetitor, PT. Mayora memulainya dengan memberikan harga yang kompetitif,  produk yang Inovatif,  misalnya selalu mengeluarkan produk terbaru dengan melihat keinginan atau kebutuhan konsumen, secara berkala Mayora juga mewajibkan karyawan mengikuti training  dan produk knowledge

Produk Mayora sudah dikenal masyarakat luas karena rasanya yang enak, harga yang terjangkau dan mudah ditemukan. Roma Marie adalah poduk pertama yang diproduksi baru kemudian disusul oleh produk lainnya yaitu Beng-Beng, superstar, astor, cal cheese, Zuper Keju (divisi wafer), dan produk minuman Teh pucuk, Le Minerale, QGuava, Kopiko 78, Kopi Torabika, Tora cafe, Energen, Creamy latte. Dan kategori Permen yaitu Kopiko, Kiss, Tamarin.

Bahan baku yang digunakan berasal dari impor dan lokal, PT. Mayora memproduksi sendiri tepung terigu yang digunakan dalam proses produksi, sedangkan untuk cokelat bubuk dan tapioka masih diambil dari tempat lain. Jenis wafer yang diproduksi pun terdiri dari 2 jenis yaitu : wafer flat (superstar, beng beng, cal cheese) dan wafer roll ( astor ). Produk-produk ini juga sangat disukai di negara Timur Tengah, China dan Thailand

Peran Penting Kementrian Perindustrian

Memasuki era industri 4.0,  teknologi merupakan kunci utama untuk memacu daya saing nasional  agar lebih kompetitif, kehadiran teknologi disini tidak akan mengurangi jumlah tenaga kerja malah mampu meningkatkan nilai tenaga kerjanya.

Ada 4 (empat) hal yang membuat industri kita begitu hebat, yang pertama adalah mendatangkan banyak investasi, dalam pembuatan pabrik dibutuhkan dana yang tidak sedikit untuk itu kita harus mendapatkan investor dari dalam dan luar negeri. Yang kedua adalah industri membuat banyak orang mendapat pekerjaan, di Indonesia ada 1.041.266 orang bekerja untuk industri makanan. Yang ketiga adalah akan semakin banyak orang yang bisa berjualan produk makanan olahan, saat ini terdapat 8.057 unit usaha yang mengolah produk makanan menjadi jajanan enak yang bisa kita nikmati sekarang dan yang keempat daerah-daerah di Indonesia bisa lebih sejahtera.

Ibu Enny Ratnaningsih, Direktur Industri Makanan,
Hasil laut dan perikanan

Ibu Enny Ratnaningtyas, Direktur industri makanan, hasil laut dan perikanan yang juga hadir di acara Factory visit menyampaikan bahwa Indonesia punya potensi besar jadi jagoan soal industri makanan dan minuman di ASEAN, industri di Indonesia akan terus berjalan jika kita mencintai produk negeri sendiri, selain itu kita juga harus menjadi konsumen cerdas dengan mengecek label pada kemasan, cek ijin edar dari Badan POM dan masa berlaku atau expired date saat membeli sebuah produk.

Untuk para adik-adik Reporter Cilik, Ibu Enny juga berpesan untuk lebih rajin belajar guna mewujudkan generasi anak GENIUS (Gesit, Empati, Berani, Unggul dan Sehat) menghadapi era Industri 4.0 berbagai jenis profesi menunggu di sektor industri.

Pemerintah melalui Kementrian Perindustrian selalu memberikan dukungan agar industri makanan tetap sehat dengan memberikan keringanan pajak (tax), memberikan bantuan peralatan, mesin, promosi di dalam dan luar negeri, memberi pelatihan desain, teknologi dan keterampilan baru pegawai di perusahaan, Peraturan dalam rangka melindungi konsumen, standardisasi agar kualitas produk Indonesia nggak kalah dengan negara lain. Yuk kita tingkatkan pertumbuhan industri makanan dalam negeri  dengan mencintai produk dalam negeri.

Kunpulan Emak Blogger

4 komentar:

  1. Hidup makanan dalam negeri yaaaay

    BalasHapus
  2. Hidup makanan dalam negeri yaaaay

    BalasHapus
  3. Ayo bangetlah kita dukung Industri Makanan Dalam Negeri agar menjadi tuan di rumahnya sendiri 👌

    BalasHapus
  4. Beng Beng favorit ku tuh Dri, gak terasa ya udah 35 tahun nyemil produk Mayora

    BalasHapus

Terimakasih telah berkunjung ke www.indrifairy.com
Jangan lupa tinggalkan komentar ^_^