Senin, 25 November 2019

Rayakan Hari Anak Sedunia, SGE Live & Dian Sastrowardoyo Galang Donasi Untuk Sekolah ABK Drisana

Narasumber Talkshow

Sebuah totebag cantik 
dengan warna-warna dinamis yang terpajang di sudut booth, sempat mengalihkan perhatian saya ketika memasuki area teamLab Future Park, Gandaria City Jakarta beberapa waktu yang lalu. Saking penasarannya saya pun langsung mendekat, menyentuh dan melihat sebuah nama yang tergores disana, tertulis nama Nindhita. Nama yang sangat cantik, secantik hasil karyanya, kata saya di dalam hati. 


Sayapun langsung tak sabar ingin berkenalan dengan si pemilik karya tersebut dan mencari posisi duduk yang enak, karena siang hari itu akan berlangsung Konferensi Pers "Kolaborasi SGE Live dan Dian Sastrowardoyo dalam menggalang dana bagi Sekolah Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Drisana" kolaborasi tersebut dilakukan dalam rangka Hari Anak Sedunia yang diperingati setiap tanggal 20 November.


SGE Live (Sorak Gemilang Entertainment) sebagai promotor teamlab Future Park and Animals of Flowers, Symbiotic Lives, bersama Dian Sastrowardoyo menggalang donasi untuk Sekolah Drisana dengan melakukan penjualan tanda mata edisi khusus karya Dian Sastrowardoyo, dan dua anak dengan autisme yang sukses berkarya dalam bidang seni, mereka adalah Nindhita dan Prinka Dipa.


Kamis, 21 November 2019

Studium Generale 2019 : Kisah Inspirasi Agus Harimurti Yudhoyono, Motivasi Untuk Pemuda Indonesia

Agus Harimurti Yudhoyono, M.Sc. MPA, M.A.

Jiwa muda saya kembali bergelora ketika duduk bersama 100 Mahasiswa dan Mahasiswi yang masih fresh, muda dan penuh semangat dari Euro Management Indonesia pada siang hari itu, mereka begitu antusias untuk hadir dan menyerap ilmu di acara bertajuk Studium Generale 2019 yang digelar pada Hari Selasa 19 November 2019 lalu di Auditorium Perpusnas RI Jl. Medan Merdeka Selatan No.11 Jakarta Pusat 

Studium Generale 2019 adalah sebuah acara diskusi yang penuh inspirasi dan motivasi dari seorang pembicara yang luar biasa. Tema yang dipilih adalah PATRIOT ABAD 21: UNGGUL DALAM PERSAINGAN BANGSA, menghadirkan Agus Harimurti Yudhoyono, M.Sc. MPA, M.A.  (AHY) seorang anak bangsa yang telah banyak mengukir prestasi di dunia pendidikan dan bidang militer. 


Putra sulung Bapak Susilo Bambang Yudhoyono ini adalah juga seorang Alumni Harvard University, USA yang sekarang menjadi Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute, beliau sukses meraih 3 gelar Master dari Universitas terbaik di luar negeri. Melalui acara Studium Generale 2019, Euro Management Indonesia sebagai pelopor Konsultan Pendidikan Internasional di Indonesia yang sejak tahun 2003 telah memberangkatkan lebih dari 3000 mahasiswa Indonesia untuk kuliah di berbagai negara maju di dunia ingin membekali para mahasiswa/i yang telah masuk PPS (Program Persiapan Studi) agar semakin mantap dalam menuntut ilmu di luar negeri. 


Minggu, 17 November 2019

Rayakan Hari Ibu Yang Memorable Bersama NIVEA World Of Imagination

Momblogger di Konferensi Pers World Of Imagination

Hallo bunda, masih ingat dong dengan cerita seru saya saat mengikuti Kelas Mendongeng bersama NIVEA beberapa waktu yang lalu? di kelas eksklusif tersebut saya mendapatkan banyak edukasi dan tips menarik dari Kak Aio (Pendiri Ayo Dongeng Indonesia) dan Psikolog Vera Itabiliana seputar kegiatan mendongeng yang sebaiknya disertai sentuhan ibu, karena memberikan sentuhan ketika mendongeng dipercaya dapat membantu memperkuat ikatan bonding antara ibu dan anak. 

Saya pun semakin mantap untuk rutin mendongengkan sebuah cerita pada Audrey ketika mendapat tambahan ilmu tentang manfaat mendongeng bagi anak dari Dr.Herbowo Soetomenggolo SpA(K), seorang Dokter Spesialis Syaraf Anak di acara "Konferensi Pers NIVEA Sentuhan Ibu 2019 presents World of Imagination” yang berlangsung pada hari Rabu 13 November 2019 lalu di The Terace Senayan Jakarta.

Melalui paparannya Dr.Bowo menyampaikan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak terbagi menjadi dua yaitu Internal (Genetik, Ras, Usia, Jenis Kelamin) dan Eksternal (Nutrisi, Penyakit, Lingkungan, Stimulasi). Mendongeng adalah salah satu bentuk stimulasi yang dipercaya berhubungan dengan kemampuan bahasa dan kepandaian. Anak yang rutin mendengarkan dongeng, bagian-bagian otaknya akan aktif dan membentuk imajinasi. 

Minggu, 10 November 2019

Mengenal Parkinson ; Gejala, Penyebab dan Pengobatan


Akhir tahun 2018 lalu saya mendapat sebuah kabar tidak menyenangkan dari grup chat keluarga besar, adik papa saya (paman) yang baru saja memasuki masa pensiun divonis oleh dokter mengidap penyakit Parkinson, saat mendengar kabar tersebut terus terang saya kaget sekaligus penasaran dengan jenis penyakit bernama Parkinson itu, apalagi pasiennya berasal dari anggota keluarga kami sendiri.

Ketika ada kesempatan menjenguk kerumahnya, saya melihat perubahan drastis pada paman saya, dari pribadi yang aktif dan lincah tiba-tiba menjadi sosok yang lamban dalam menggerakkan anggota tubuhnya, misalnya ketika paman ingin bangun dari duduk atau akan memakai pakaian setelah mandi, bisa memakan waktu kurang lebih 10 menitan.

Perubahan lainnya yang terlihat jelas adalah gerak anggota tubuhnya menjadi kaku dan membuatnya tampak seperti robot saat berjalan. Meskipun masih lancar berkomunikasi, beliau sering kali terjatuh saat dibonceng dengan sepeda motor karena kehilangan keseimbangan. Melihat keadaan beliau, saya dan keluarga sangat prihatin. Selain berbagi referensi pengobatan pada keluarganya, kami juga memberikan perhatian penuh padanya agar dia tidak merasa sendiri dan depresi. Karena perhatian dan kasih sayang tetap dibutuhkan kepada mereka yang sedang merasakan sakit.

Selasa, 05 November 2019

NIVEA Sentuhan Ibu 2019, Menstimulasi Imajinasi Anak Melalui Dongeng


Hai bun, ada yang masih rutin mendongengkan sebuah cerita untuk si kecil setiap malam? belakangan ini aktifitas membacakan cerita untuk Audrey sudah mulai berkurang karena dia sedang semangat-semangatnya belajar membaca, buku dongeng yang biasa saya bacakan, kini sudah dibacanya sendiri, bahkan terkadang dia menceritakan isinya kepada saya.

Sedih sih sebenarnya, karena salah satu momen bonding kami menjadi berkurang porsinya. Namun yang namanya seorang ibu, tak pernah kehabisan akal. Akhir pekan lalu saya dan suami juga anak-anak menjelajah Bazaar Buku di sebuah Pameran, Audrey boleh pilih buku apa saja yang ia ingin baca, di sebuah lorong paling kanan, saya sempat melirik sebuah buku cerita yang menggunakan Bahasa Inggris bergambar tokoh kartun favoritnya, waktu saya tawarkan Audrey langsung mengangguk. 

Begitu sampai dirumah, Audrey kesulitan membacanya karena buku cerita barunya tidak menggunakan Bahasa Indonesia, hal ini tentunya membuka kesempatan bagi saya untuk mendongeng lagi di malam harinya. Yess! kata saya waktu itu, momen ini memang sangat saya rindukan. Apalagi ketika Audrey dapat berimajinasi atas apa yang saya ceritakan, disitu saya merasa sukses dalam mendongeng.

Brand Executive NIVEA Body and Creme, Brigitta Dewi Pricillia, Vera Itabiliana M.Psi, Mochamad Ariyo Farid Zidni pendiri Komunitas Ayo Dongeng Indonesia 

Dunia anak memang penuh imajinasi, terlebih ketika mereka sering mendengarkan dongeng, orangtua perlu membiasakan diri untuk berimajinasi, karena semakin sering dilakukan, tentu akan semakin lancar dalam mendongeng. Tips mendongeng ini saya dapatkan dari Kak Aio (Mochamad Ariyo Farid Zidni) pendiri Komunitas Ayo Dongeng Indonesia dalam acara "Kelas Dongeng Bersama Nivea Sentuhan Ibu 2019" yang digelar pada tanggal 1 November 2019 di D-Labs Building Jakarta. 


Kak Aio juga membagikan tips lainnya untuk para ibu yang akan memulai sebuah Story Telling (dongeng) yaitu :
1. Bebaskan cerita dari pesan moral, biarkan si kecil berimajinasi menggunakan mindset nya
2. Pilih cerita yg disuka oleh mereka
3. Lakukan dan ciptakan pengalaman bersama 
4. Jangan membandingkan diri kita dengan pendongeng profesional, tetap percaya diri saat mendongeng.

Brand Executive NIVEA Body and Creme, Brigitta Dewi Pricillia

"Mendongeng adalah se
ni mengatakan tanpa mengatakan, aktivitas ini tak hanya bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan otak, namun juga dapat mempererat ikatan emosi yang hangat dan menyenangkan", ungkap Mba Vera Itabiliana M.Psi, seorang Psikolog yang juga hadir dan berbagi manfaat mendongeng dari sisi psikologis. 

Kehadiran ibu sangat  berperan penting saat mendongeng karena dengan berimajinasi bersama anak, kita dapat menikmati manfaat-manfaat berikut ini :
1. Ibu dapat membangun komunikasi dan kedekatan dengan anak 
2. Mendongeng dapat menanamkan nilai-nilai positif 
3. Mendongeng dapat membantu membentuk karakter anak di masa depan
4. Anak yang punya imajinasi tinggi dapat tumbuh menjadi pribadi yang easy going, ekspresif, memiliki kemampuan memecahkan masalah yang baik, memiliki banyak ide dan konsep diri yang lebih positif.

Akan lebih baik lagi jika sambil membacakan cerita, ibu juga dapat memberikan stimulasi berupa sentuhan lembut pada anak, karena sentuhan dapat memberikan rasa nyaman dan menenangkan bagi buah hati. 

NIVEA Sentuhan Ibu 2019 


Pada tahun 2019 ini NIVEA melalui NIVEA Creme Tin, krim perawatan tubuh bagi seluruh anggota keluarga yang telah diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi, kembali mengukuhkan komitmennya dalam membantu menghadirkan bonding time antara ibu dan anak di Indonesia dengan menghadirkan program NIVEA #SentuhanIbu 2019 yaitu sebuah inisiatif untuk membantu para ibu di Indonesia dalam mempererat ikatan dengan buah hati mereka. Kelas Dongeng ini adalah salah satu bagian dari Kampanye NIVEA Sentuhan Ibu 2019.

NIVEA percaya bahwa setiap kali kita menyentuh kulit dengan penuh kelembutan, tubuh akan merasakan sensasi yang menenangkan (the power of touch). Karenanya NIVEA terus berupaya dalam mengajak masyarakat untuk menjadikan rutinitas merawat kulit sebagai salah satu waktu untuk menciptakan bonding tak hanya dengan diri sendiri melainkan juga dengan keluarga tercinta, salah satunya antara ibu dan anak. 

NIVEA Creme dan Buku Dongeng Pohon Impian

Brand Executive NIVEA Body and Creme, Brigitta Dewi Pricillia yang hadir di acara Kelas Dongeng Bersama Nivea menyampaikan "Saat ini kegiatan mendongeng sudah semakin jarang dilakukan oleh para ibu. Menariknya, meskipun mengaku mengetahui bahwa mendongeng baik untuk tumbuh kembang anak, namun para ibu masih belum percaya diri untuk mendongeng karena merasa kurang imajinatif dan kreatif, sebagai kelanjutan dari kampanye #SentuhanIbu 2018, di tahun ini kami pun mengajak para ibu dan anak untuk saling menstimulasi daya imajinasi masing-masing melalui kegiatan mendongeng"

Akan ada kejutan lain dari NIVEA bagi para ibu dan anak yang akan digelar bertepatan dengan peringatan Hari Ibu di bulan Desember mendatang, yaitu sebuah acara seru hasil kolaborasi Wahana Interaktif dengan teknologi (Video Mapping) dan beberapa misi yang harus dilakukan oleh ibu dan anak dengan usia 6-9 tahun di Allianz Ecopark Ancol. Tunggu informasi lengkapnya di akun instagram @nivea_id dan jadikan momen mendongeng lebih fun dengan sentuhan ibu.

NIVEA Creme Tin

Sabtu, 02 November 2019

Signify Hadirkan Inovasi Philips LED Terbaru Di Peringatan World Sight Day

Rami Hajjar, Country Leader Signify Indonesia, Lea Indra, Head of Integrated Communications Signify Indonesia 
Burhan Noor Sahid, Head of Marketing Signify Indonesia, Dr. dr. Tri Rahayu, SpM(K), FIACLE, Perdami, dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, Ahli Nutrisi


"Your Eyes Will Thankyou" sebuah kalimat sederhana yang saya baca di acara peringatan World Sight Day bersama Signify pada hari Kamis 31 Oktober 2019 lalu membuat saya teringat akan jadwal pemeriksaan mata saya yang jatuh pada bulan Desember mendatang. Sejak menggunakan kacamata minus, saya memang rutin memeriksakan mata ke Dokter Spesialis Mata setiap setahun sekali meskipun idealnya adalah 
enam bulan sekali. Yah daripada tidak sama sekali kan?

Sebelumnya, saya memang kurang aware terhadap kesehatan mata bahkan sering abai,  tidak menggunakan kacamata saat mengendarai sepeda motor sehingga menyebabkan iritasi pada mata akibat debu, polusi dan sinar UV. Ditambah lagi aktivitas didepan layar gadget yang bisa menghabiskan waktu hampir 8 jam sehari karena pekerjaan. Selain timbul gejala mata lelah, ternyata saya juga harus menggunakan kacamata minus agar produktivitas tetap terjaga.

Meski mata kita dinyatakan normal, kita tetap perlu menggunakan kacamata demi melindunginya dari sinar matahari dan debu, jadi yang menggunakan kacamata tidak hanya orang yang matanya bermasalah. Upaya lain untuk menjaga kesehatan mata adalah mengajak keluarga terutama anak-anak periksa mata dengan rutin ke dokter dan menggunakan cahaya yang nyaman di mata saat beraktivitas didalam ruangan.

Review Jeelly Teether Untuk Bayi Baru Tumbuh Gigi

"Happy feeding ya Moms! semoga lancar MPASInya". Sebuah kalimat penutup dari perbincangan saya dan Dokter Spesialis Anak pada sian...