Banyak yang bilang kalau saya sangat beruntung karena kedua orangtua masih lengkap dan sehat. Iya juga sih...saya memang seberuntung itu, meski sudah lanjut usia, ibu dan bapak saya masih aktif dan rutin beraktifitas, ibu masih rutin menjahit dan bapak saya masih sering bersepeda, rutin ke masjid dan masih lincah bermain dengan cucunya meskipun organ tubuhnya tidak selengkap manusia normal pada umumnya.
Pada tahun 2018 yang lalu bapak saya divonis kanker buli sehingga harus menjalani operasi pengangkatan saluran kemih, sejak saat itu beliau harus menggunakan urostomi bag seumur hidupnya, ujian tersebut dilalui dengan hati yang ikhlas, makanya beliau tetap sehat pasca operasi sampai di awal tahun 2025 lalu, Bapak harus dirawat lagi di Rumah Sakit karena kadar Hemoglobin (Hb) yang rendah tanpa gejala apapun, tidak ada keluhan pusing, lelah atau lemas ditengah aktivitasnya, menurut dokter yang memeriksa, penurunan Hb tidak bisa disepelekan karena akan menyebabkan anemia sehingga tubuh kekurangan pasokan oksigen, akhirnya setelah dilarikan ke sebuah Rumah Sakit, bapak mendapatkan transfusi darah sebanyak 8 (delapan) kantong darah hingga Hb nya normal kembali.