Goll..Aborasi JNE dan UMKM Sorong Go Digital

Masa Pandemi Covid-19 yang terjadi di negeri kita membuat jutaan orang mengalami penurunan pendapatan, mulai dari sektor usaha retail, pegiat UKM hingga profesi freelancer seperti saya dan teman-teman blogger, semua terkena dampaknya. Akibat adanya pandemi yang terjadi selama 2,5 tahun ini, job attending untuk meliput event musik, event olahraga, event kesehatan untuk sementara ditiadakan. 

Bahkan semua event yang dulunya diselenggarakan secara offline baik itu Seminar, Talkshow, peluncuran produk dan kegiatan lainnya kini harus dilakukan secara virtual melalui media Zoom, Google Meet dan Microsoft Team dengan peserta yang sangat terbatas. Kadang kebagian, kadang harus duduk dipojokan karena  Sedih enggak sih? Pastinya sedih banget tetapi Allah SWT sudah menjaminkan rejeki setiap manuasia asalkan mau berusaha, berdaya dan berkreasi.

Terus gimana dong agar kita bisa tetap "dipakai" oleh Brand dan bersaing dengan Content Creator atau blogger lainnya? Mulailah dengan inovasi, jika brand berinovasi melalui produk, maka bentuk inovasi seorang blogger adalah konten yang menarik, apik dan kekinian. Because Content is King. 

Istilah “Content is King”mungkin terdengar familiar bagi para pegiat sosial media hingga pemilik usaha. Karena dalam digital marketing, konten merupakan aset penting yang harus diperhatikan bagi setiap brand. Baik untuk kebutuhan branding atau advertising, konten haruslah dibuat berdasarkan strategi. Kalau kontennya menarik dan kreatif, tentunya "jualannya" juga bakal diminati pembeli. 

Selain konten yang menarik, bagi para pengusaha atau UKM, produk yang dijual juga harus berkualitas, punya ciri khas dan paling diminati oleh masyarakat saat ini, seperti yang dilakukan oleh 2 orang pelaku UMKM di kota Sorong, Papua Barat ini. Dalam gelaran Webinar JNE Ngajak Online - Goll...Aborasi Bisnis Online 2022  yang berlangsung di Kota Sorong pada tanggal 15 Juli 2022 lalu mereka berbagi ceritanya. 


Inovasi Kreatif Bangun Bisnis Melejit 

Kementerian Koperasi dan UMKM menargetkan di 2024, 30 juta UMKM di Indonesia mampu digitalisasi. Untuk mencapai target tersebut diperlukan adanya kemitraan strategis antar pelaku usaha lintas sektoral. Dalam hal ini perusahaan penyedia jasa logistik berperan besar sebagai penggerak distribusi sekaligus solusi bagi UMKM Indonesia untuk melek digital melalui pelatihan.

JNE Sorong sebagai mitra UKMM mengadakan gelaran webinar JNE Ngajak Online - Goll...Aborasi Bisnis Online 2022 Kota Sorong yang dihadiri lebih dari 100 UMKM setempat, acara tersebut diisi oleh 3 (orang) narasumber sebagai berikut : 

  • Fredi Luhukay selaku Branch Manager JNE Sorong
  • Ratna Sari selaku Owner Nami Craft
  • Teguh Hidayat Iskandar Alam selaku CMO Mooipapua.
Acara dibuka dengan sharing session dari para pelaku UMKM hingga bagaimana inovasi mereka ketika pandemi datang, berapakah omset penjualan nya? Yuk mengenal lebih dekat Mooipapua dan Nami CRAFT 

A. Mooipapua 

Teguh Hidayat Iskandar selaku CMO Mooipapua membuka diskusi pada hari itu beliau bercerita jika Mooipapua mulai berdiri sejak tahun 2018 dan merupakan bisnis istrinya.  Berawal dari keprihatinan dengan kondisi kulit sensitif anaknya ketika menggunakan skincare, akhirnya mereka membuat formula yang natural tanpa bahan pengawet dan bahannya semua ada di Papua seperti pala fakfak, fisipo kelapa asli sorong, buah merah

Dengan formula tersebut Mooipapua membuat sabun antiseptik, hand sanitizer, lotion ramah dikulit, lip balm, shampo dan suncreen yang dikembangkan dan cocok untuk kulit sensitif, sejak itulah akhirnya Mooipapua menjadi sebuah bisnis. Mooipapua telah memasarkan produk yang eco-friendly dan social conscious. Dual hal ini menjadi value proposition sekaligus diferensiasi Mooipapua dibandingkan kompetitornya

Beberapa hal yang membedakan skincare Mooipapua adalah menggunakan bahan bakunya endemik yang tidak ada di tempat lain dan memiliki kandungan terbaik didunia. Kami juga menceritakan dan mengedukasi masyarakat bahwa kami socialenterpreneur juga. "Kami tidak terlalu banyak iklan tapi terbesar di value proposition. Produk kami eco-friendly karena bahan bakunya berasal dari alam, mulai dari buah merah, pala fakfak, dan hasil alam lainnya", tambah Teguh.

"Mooi papua kan bergerak di bidang skincare, saat pandemi omset kita justru meningkat karena kebiasaan masyarakat yang menghabiskan waktu di rumah. Peningkatan omzetnya mencapai 280% atau hampir tiga kali lipat.", ujarnya.


B. Nami Craft

Lain dengan Teguh yang bergerak di sektor kecantikan, Ratna Sari selaku Owner Nami Craft yang membangun bisnisnya di sektor kriya menyampaikan pentingnya optimalisasi media sosial untuk memasarkan produk, seperti memaksimalkan produksi konten yang menarik hingga menggunakan hashtag atau tagar pada copywriting yang digunakan.

Berbisnis Buket & kado di awal pandemi memang mengalami penurunan akibat semua event dan wisuda ditunda atau dilakukan secara online. Namun Ratna memanfaatkan media sosial sehingga para customer berdatangan justru dari Jakarta, rata-rata mereka minta dibuatkan hampers berisi vitamin yang akan langsung dikirimkan oleh Nami Craft kepada penerima. Sehingga peran Nami Craft disini adalah Connecting Hapiness. 

Sebelum pandemi, kompetitor dalam usaha tersebut masih sedkit, namun sejak pandemi pengusaha buket makin banyak, untuk itu Nami Craft menggunakan beberapa trik agar tetap diminati customer yaitu : 

  1. Banyak kasih fasilitas kepada klien
  2. Custom sesuka hati namun sesuai budget klien
  3. Cara pengemasan (wrapping) lebih menarik dibanding kompetitor, Kompetitor terkadang masih memakai kain atau kertas kado biasa. Nami pakai kertas beda utk membungkus buker bunga dan mengadopsi korean style. Untung nya tdk berkali lipat tapi stabil untuk menjaga kualitas

Ratna menambahkan "Diferensiasi sangat penting ditambah saat ini kompetitor kita tidak sedikit yang awalnya bisa dihitung jari. Kami berfokus pada cara pengemasan yang berbeda dan menyediakan banyak kategori pengemasan seperti Korean Wrapping yang banyak digemari konsumen", ujarnya.


JNE Dukung UMKM Sorong Go Digital

Kedua pencapaian ini disambut baik oleh Fredi Luhukay selaku Branch Manager JNE Sorong, yang terus berupaya mendukung UMKM dengan berbagai program dan layanan, "Kami siap membantu dan memfasilitasi UMKM dari berbagai sisi. Untuk masalah penjualan logistik dalam kota hingga luar negeri, saya siap untuk membantu.", sambutnya.

Fredi menyampaikan JNE Sorong bangga dengan adanya Goll..aborasi JNE yang mampu menyatukan UMKM untuk bertukar pendapat mengenai bisnis online. Fredi juga menyampaikan bahwa saat ini INE secara rutin melaksanakan berbagai program layanan terkhususnya bagi UMKM, seperti adanya promo cashback, program apresiasi seperti JLC (JNE Loyalty Card), gratis jemput paket tanpa minimal berat, COD, dan e-fulfillment untuk menjadi solusi pengiriman dan kemudahan bertransaksi digital.

Sebagai informasi, Sorong merupakan kota ke-28 dari gelaran webinar JNE Ngajak Online 2022 Goll...Aborasi Bisnis Online yang pada tahun 2021 telah dilakukan di 60 kota di seluruh Indonesia. Setelah Kota Sorong, gelaran roadshow ini juga kembali hadir di Kota Manado pada 18 Jull 2022.

"Semoga pandemi akan berakhir. Karena JNE akan lebih optimis pada pelaku UMKM dapat meraih keuntungan. JNE siap membantu UKM yg ada di Sorong Raya dan Papua barati kini juga ada kantor perwakilan dari Manokwari sebagai solusi dalam penjualan domestik, antar kota hingga ke luar negeri. JNS selalu mgengedepankan kolaborasi, support ukm lokal untuk  bantu dlm bisnis". Tutup Fredi




15 komentar

  1. Keren banget ya kenaikan omset Mooipapua, salut juga terbentuknya usaha dari masalah kulit sensitif anak sendiri, malah jadi ide usaha, dan didukung sama JNE, kolaborasi yang sempurna sih.
    Salut sama JNE yang menjangkau di seluruh nusantara

    BalasHapus
  2. Alhamdulillaah ya mbak, JNE terus konsisten mendukung pelaku UMKM di berbagai kota di Indonesia, dalam hal ini khususnya di Kota Sorong, Papua :) Kehadiran berbagai program JNE dapat meningkatkan kinerja UMKM di sana seperti usaha skincare maupun craft dan sebagainya. Apalagi jika menjadi member JLC, banyak promo dan reward ya buat seller-nya :)

    BalasHapus
  3. Pandemi memang membuat ekonomi semakin sulit. Tapi kita bisa bangkit dengan terus mengembangkan usaha, termasuk dalam membuat konten untuk berjualan. Dan, pelaku UMKM pun penting banget dalm membuat konten menarik. Apalagi didukung JNE sebagai patner dalam yang gencar melakukan program khusus UMKM.

    BalasHapus
  4. Akan jadi kenangan kalau kita semua pernah selama kurang lebih 2 tahun lebih banyak di rumah hehehe. Tetapi, pandemi juga mengajarkan bahwa roda perekonomian gak sepenuhnya diam di tempat. Malah UMKM tetap bisa memperluas pangsa pasarnya kalau melek digital. Pastinya didukung juga dengan jasa ekpedisi yang terpercaya

    BalasHapus
  5. Dengan adanya dukungan JNE untuk pelaku UMKM mempermudah mreka untuk lebih fokus mengembangkan usahanya yaa.. Karena JNE terpercaya dengan layanan yg telah diberikan dalm ekspedisinya..

    BalasHapus
  6. Di era digitalisasi seperti ini, semuanya serba digital ya mbak
    Makanya sangat tepat jika UMKM juga go digital
    Apa yang dilakukan oleh JNE ini sangat inspiratif

    BalasHapus
  7. Saya penasaran nih, CSR JNE ini menjangkau bidang apa aja ya mba?
    Sepertinya sudah ada kegiatan di bidang UMKM dan pendidikan ya?

    BalasHapus
  8. Keren nih JNE sudah menyeluruh hingga sorong, AMIN untuk pandemi segera berakhir jadi UMKM semakin meroket kembali tentu terima kasih utk JNE atas supportnya..

    BalasHapus
  9. luar biasa sekali dukungan JNE untuk UMKM selama pandemi ini yah, hingga ke kota sorong yang paling ujung juga tetap diberikan dukungan, semoga UMKM yg mendapat dukungan dpt memanfaatkan dengan baik dan bisa terus meningkatkan penjualannya

    BalasHapus
  10. bagus ya program kolaborasi JNE ini.. sebaiknya memang gini, menyentuh daerah2 3T agar semua bisa merasakan dan bisa berkembang bersama

    BalasHapus
  11. Keren nih JNE, selalu konsisten mendukung para pelaku UMKM di Indonesia dengan berbagai programnya. Jangkauannya juga makin luas yg tentunya makin memudahkan bisnis pelaku usaha dalam menjangkau konsumen.

    BalasHapus
  12. Dari sabang sampai merauke diajak umkm melek go digital dan gol kolaborasi dengan jne biar cuan makin mendekat

    BalasHapus
  13. Lewat inovasi jadinya punya ciri khas unik yang menjadi nilai plus, apalagi buat pelaku usaha kan ya. Semangat terus Goll..aborasinya.

    BalasHapus
  14. JNE melalui GOL Aborasi untuk mengembangkan UMKM di Sorong Papua memang sangat membantu masyarakat. Apalagi bisa menghasilkan dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

    BalasHapus
  15. justru di masa pandemi, orang-orang jadi rajin skincarean ya, lebih mengingat merawat kulit :)
    pandemi seperti jadi dua sisi koin, bagi kami yang tinggal di luar Jawa, jadi keberkahan karena akhirnnya bisa ikut juga launching-launching produk secara virtual, dan event-event lainnya :)
    kolaborasi JNE dan UMKM ini keren ya, UMKM jadi bisa belajar lebih banyak lagi dan benar-benar jadi siap untuk go digital :)

    BalasHapus

Terimakasih telah berkunjung ke www.indrifairy.com
Jangan lupa tinggalkan komentar ^_^