Implementasi Nilai Berbagi, Memberi, Menyantuni & Saling Menghargai Menjadi Kunci Sukses JNE Selama 3 Dekade

Kerinduan masyarakat terhadap jajanan lawas di era 90an nampaknya kini mulai terobati, berbagai makanan yang hits pada jamannya tersebut mulai bisa ditemukan dengan mudahnya di sekitar kita, beberapa contohnya adalah Mie Lidi atau lidi-lidian, kue rangi dengan taburan gula cair diatasnya, gulali, kue cubit hingga rambut nenek sihir. Namun dari semua jenis makanan jadul alias jaman dulu yang saya sebutkan diatas, yang menjadi favorit saya adalah Mie Lidi.

Mie lidi adalah jajanan lawas yang terbuat dari tepung sagu dan tepung terigu serta bahan pelengkap lain yang membuat rasanya semakin enak untuk disantap. Meskipun Mie Lidi jaman now lebih banyak varian rasa, tapi menurut saya, rasa gurih asin dan pedas tetap menjadi juaranya. Sebab kedua rasa tersebut membuat kita mengenang masa kecil yang indah. Setuju dong guys?

Oiya...jika bicara tentang Mie lidi, saya jadi ingat pertemuan saya dengan Mba Liana beberapa waktu yang lalu disebuah ruang tunggu Rumah Sakit, kebetulan kami sama-sama sedang mengantar orangtua untuk kontrol ke Dokter Spesialis. Waktu itu beliau meminta saya mencicipi Mie lidi homemade buatannya yang sudah dikemas cantik dalam sebuah wadah plastik.

Saya langsung mengambil dan menikmati satu demi satu mie lidi buatan Mba Liana tersebut, ehm rasanya enak dan empuk, tidak keras seperti mie lidi yang pernah saya makan sebelumnya. "Gimana mba, enak enggak?" tanya mba Liana ketika saya terlihat sangat menyukai mie lidi buatannya, Lalu saya jawab "Wah ini enak banget, beda ya teksturnya dengan mie lidi lain". Kemudian dia tersenyum gembira begitu mendengar pujian saya. 

Mba Liana yang juga seorang guru Sekolah Dasar di Daerah Kuningan Jawa Barat tersebut menyampaikan bahwa mie lidi jualannya ini baru ia pasarkan di sekolah dan lingkungan tetangganya saja sehingga target yang didapat belum tercapai. Ditengah curhatannya pada siang hari itu, Mba Liana sempat menanyakan apa pekerjaan saya, "Saya bekerja di sosial media mba, ya menulis blog, bikin konten di sosmed, review produk ya gitu deh!" jawab saya sambil cengengesan 

Produk Be Thing Addiction 

Goll...Aborasi JNE & UMKM Yang Menginspirasi 

Setelah mendengar curhatan Mba Liana tersebut, tetiba saya teringat sebuah acara yang digelar oleh JNE bertajuk Ngajak Online yang sudah di gelar di 60 kota se-Indonesia. Dari acara tersebut, saya banyak mendapatkan insight serta ilmu yang bermanfaat seputar pengelolaan UMKM agar semakin maju selangkah demi selangkah. 

Kemudian saya menyarankan mba Liana untuk menonton siaran ulang acara Webinar Goll...Aborasi Online tersebut di akun Youtube nya JNE dengan harapan dia akan mendapatkan insight baru untuk masa depan usaha kecil yang sedang ia kelola. 

Setelah seminggu berlalu, Mba Liana muncul dengan sebuah kabar gembira, dia bercerita jika Mie Lidi buatannya mulai ia promosikan lewat sebuah akun Instagram bernama @bethingaddiction, artinya sesuatu yang menimbulkan ketagihan, wah keren juga ya namanya...ide promosi lewat sosial media tersebut tentunya ia dapatkan dari Webinar Goll....Aborasi online tersebut

Mba Liana juga meminta tolong kepada saya untuk mempromosikan produk jualannya di akun media sosial saya, siapa tahu bisa membuka peluang lebih besar lagi katanya, berbekal tekad di dalam diri saya dan juga semangat yang dimiliki JNE untuk mendukung para pelaku UMKM, sayapun tidak mau kalah. 

Saya mengiyakan permintaan Mba Liana untuk membantu usaha kecilnya tersebut dengan memposting produk makanan jualannya di Instagram saya, namun saya juga meminta mba Liana tidak berharap banyak kepada saya. "Doakan saja ya mba Kolaborasi kita ini berhasil" ucap saya setelah memposting produk Be Thing Addiction di Instagram. 

Produk yang dijual oleh Mba Liana betul-betul produk lokal yang berbeda dan unik, selain Mie Lidi, Be Thing Addiction juga menjual makanan ringan lainnya seperti makaroni, baso goreng (basreng) dan juga keripik kaca (Kripca), semua produk jualannya tersebut sudah saya coba dan rasanya memang enak. Alhamdulillahnya lagi, Mba Liana merasa hepi dan bersyukur karena orderannya mulai bertambah sejak promosi di media sosial bahkan pelanggannya kebanyakan orang-orang Jakarta sehingga ia kini rutin menggunakan layanan JNE untuk mengantarkan pesanan-pesanan tersebut ke berbagai kota. Karena service yang diberikan selalu memuaskan.

Oleh karena itulah ketika beberapa hari kemarin tersebar pemberitaan temuan beras bantuan sosial di dekat Gudang JNE Depok, baik saya, Mba Liana atau pelanggan setia JNE lainnya tentu saja merasa kaget. Berita yang memberatkan nama JNE tersebut langsung ditanggapi dan dikonfirmasi oleh pihak JNE. 

Dalam isi tanggapan yang dibuat di halaman akun Instagram @jne_id tersebut, JNE menegaskan bahwa  sebagai perusahaan Nasional yang bergerak di bidang jasa kurir ekspres dan logistik, JNE terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pelanggan, masyarakat serta pemerintah. Dalam menjalankan bisnis, JNE mengikuti peraturan yang berlaku serta selalu menjalankan standard operating procedure perusahaan dengan sebaik mungkin.

Perwakilan JNE, Kurnia menjelaskan tentang JNE selalu mengikuti peraturan yang berlaku. Begitupun bansos yang tertimbun dekat gudang JNE Depok. Ia mengatakan jika apa yang terjadi di Depok sudah melalui proses standar operasional penanganan barang yang rusak sesuai dengan perjanjian kerjasama yang telah disepakati dari kedua belah pihak. Melalui penjelasan ini hendaknya masyarakat lebih bijak dalam menerima atau mendengar berita yang sedang viral, jangan langsung menghakimi dan menggiring opini yang negatif. Mendingan kita simak aja yuk apa saja sih yang sudah JNE lakukan untuk mewujudkan "Connecting Happiness" nya. 

Wujud "Connecting Happines" JNE 

JNE merupakan perusahaan asli Indonesia yang didirikan sejak tahun 1990 oleh Alm. Bapak H. Soeprapto Soeparno, dalam menjalankan bisnis selalu mengedepankan nilai-nilai berbagi, memberi, menyantuni dan saling menghargai serta menghormati seluruh pihak baik internal maupun eksternal perusahaan.

Kegiatan CSR JNE  
(Doc : @jne_id)

Selama 32 tahun berdiri dan melayani, JNE selalu memberikan pelayanan terbaik untuk para pelanggannya bahkan ikut mendorong dan membantu para pelaku UMKM agar tetap bangkit selama masa pandemi. Tak hanya itu, JNE juga aktif dalam kegiatan CSR di banyak tempat. Beberapa aktivitas ini adalah bentuk perwujudan Connecting Happiness yang sukses dilakukan, yaitu :

  • Mengantarkan kebahagiaan berupa paket yang diantar hingga ke tujuan, memberikan Cashback, serta layanan jemput paket, Harbokir juga COD serta meluncurkan program JLC 
  • Mengaprasiasi kinerja karyawannya dengan berbagai penghargaan
  • Menberikan bantuan CSR berupa 1 unit ambulance untuk pemerintah Kabupaten Karawang
  • Mendukung dan memberikan edukasi kepada pelaku UKMKM di berbagai daerah dengan menggelar Webinar Goll...Aborasi Bisnis Online yang sudah berlangsung mulai tahun 2021 dan berlanjut hingga kini.
  • Melaksanakan kegiatan sosial dan CSR seperti menyalurkan bantuan bencana alam pada erupsi semeru dan membangun Yayasan Yatim
  • Memberikan donasi berupa biaya pendidikan dan beasiswa bagi anak-anak di daerah terpencil
  • Menjadi sponsor utama Tim Futsal Cosmo JNE FC yang semakin menunjukkan prestasinya di berbagai kejuaraan olahraga Futsal
Apresiasi JNE untuk karyawan
(Doc : @jne_id)

Beberapa aktivitas diatas hanyalah sebagian dari begitu banyaknya hal baik yang telah dilakukan oleh JNE dalam setiap dukungannya terhadap pemerintah. Maka dari itu, kita sebagai makhluk Tuhan yang cerdas dan dibekali dengan akal pikiran, harus berpikir secara logis dan bijak untuk menyikapi berita yang beredar diluaran. Bukan malah ikut menyebar fitnah sehingga memperkeruh keadaan. Semoga dengan tanggapan dan klarifikasi JNE terkait berita yang viral kemarin, masyarakat akan semakin paham dan lebih melihat JNE dari dekat.

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke www.indrifairy.com
Jangan lupa tinggalkan komentar ^_^