Atasi Mommy Burnout, Hansaplast Luncurkan Kampanye #SepenuhnyaUntukIbu

Peringatan Hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember 2022 lalu terasa begitu spesial bagi saya, selain mendapat ucapan yang sweet dari suami dan anak-anak, saya juga dikejutkan nilai akademis yang luar biasa dari kakak Aira dan kakak Audrey saat mengambil Raport Semester tepat di hari yang sama. Kemudian momen hari ibu menjadi semakin berkesan ketika sore harinya saya ditemani keluarga menonton sebuah Webinar yang digelar oleh Hansaplast dan Tentang Anak Official 

Webinar sore itu mengangkat tema yang sangat menarik, saya dan keluarga sampai serius banget menyimak acara yang berlangsung secara virtual tersebut melalui layar Laptop di ruang keluarga sambil menikmati teh hangat dan sepiring pisang goreng, kalau biasanya Hari Ibu seringkali dirayakan untuk menghargai sosok ibu sebagai seorang pelindung dan pengasuh keluarga. Kali ini Hansaplast mengangkat sisi lain, bahwa seorang ibu juga membutuhkan perhatian dan perlindungan dari sekitarnya

Melalui Webinar ini, Hansaplast sebagai brand pertolongan pertama terkemuka yang telah mendampingi keluarga Indonesia dalam merawat luka selama hampir dari 100 tahun, menggunakan momen Hari Ibu untuk mengangkat isu serta kiat-kiat mengatasi Mommy Burnout dalam kampanye #Sepenuhnya Untukibu

Oleh karena itulah Tema Webinar yang bertepatan dengan Hari Ibu kali ini adalah "Peran Support System sebagai Pertolongan Pertama Atasi Mommy Burnout untuk Optimalkan Pengasuhan Anak" menghadirkan (dua) orang narasumber yang akan berbagi ilmunya seputar pertolongan pertama bagi seorang ibu, So...Webinar kali ini tidak hanya pentingg untuk ditonton para Ibu tetapi juga Ayah, kedua narasumber tersebut adalah : 

  • dr. Mesty Ariotedjo, SpA, Dokter Spesialis Anak, Founder @tentanganakofficial, & Mom Influencer 
  • Psikolog Grace Eugenia Sameve, MA, M.Psi

Pertolongan Pertama Atasi Mommy Burnout

Jika ditanya seputar Pertolongan pertama pada luka? Semua ibu pasti tahu jawabannnya yaitu Hansaplast, tetapi kalau ditanya Pertolongan Pertama pada Mommy Burnout? tentunya kita sendiri belum memahami apa dan bagaimana kondisi Mommy Burnout tersebut, karena hampir setiap ibu tidak menyadari kondisi tersebut telah ada di diri kita. Sebelum mulai mencegah dan mengatasinya, mari kita simak pengertian dari Mommy Burnout berdasarkan materi yang saya dapatkan dari acara Webinar Hansaplast #SepenuhnyaUntukIbu

Mommy Burnout adalah kondisi dimana seorang ibu kelelahan secara fisik dan mental dikarenakan tanggung jawab dari berbagai perannya sebagai istri, orangtua, dan tempat keluarga berpijak bahkan seringkali diperbincangkan di media sosial. Namun, belum ada kiat yang realistis dan nyata untuk membantu ibu melewati masa tersebut. Saran seperti melakukan self-care belum tentu menjawab kebutuhan ibu yang sedang mengalami Mommy Burnout.

Menurut Psikolog Grace Eugenia Sameve, MA, M.Psi, Mommy Burnout biasanya muncul karena stress dan kelelahan, kita bisa memastikan kondisi tersebut melalui beberapa tanda-tanda berikut ini :

  1. Lelah berkepanjangan menjalani peran sebagai orangtua
  2. Perbedaan kondisi antara orangtua saat ini dan sebelumnya
  3. Muak menjadi orangtua
  4. Menjaga jarak secara emosional dengan anak

Beberapa ciri-ciri yang disebutkan diatas ternyata pernah terjadi pada diri saya ketika harus tinggal berjauhan dari orangtua, jadi...setelah pindah ke tempat baru dan harus mengurus 3 (tiga) anak, mengurus rumah dan kebutuhan keluarga seorang diri, sementara suami sibuk bekerja. Rasa lelah dan emosional pun muncul, hari-hari saya selalu dilalui dengan isak tangis karena merasa capek yang luar biasa, namun kondisi tersebut tak berlangsung lama karena akhirnya si ayah pun mulai turut terlibat langsung dalam pengasuhan anak, pekerjaan rumah tangga yang ringan hingga urusan bergantian mengganti popok si kecil saat malam hari. 


Psikolog Grace Eugenia juga menambahkan" Sebagai sosok terdekat, para suami memiliki andil yang sangat penting untuk membantu istri atau ibu dalam menjalani berbagai peran di kesehariannya. Langkah awal yang bisa dilakukan adalah dengan meningkatkan pemahaman atau kepekaan terhadap ibu agar dukungan yang diberikan sesuai, misalnya dengan memperhatikan apakah ada situasi yang mungkin membebani ibu, misalnya: apakah ibu sedang ada deadline pekerjaan atau si Kecil sedang susah makan, dan sebagainya. Selain itu, coba amati apakah ibu terlihat berbeda dari biasanya, misalnya jadi lebih sering menguap, terlihat bersedih atau mudah terpancing emosi. 

Di saat yang sama, suami sebaiknya mencoba membangun budaya komunikasi dengan istri atau ibu dimana jika diperlukan, suami dapat mengajukan klarifikasi atau pertanyaan. Tindakan-tindakan kecil suami yang sesuai dengan kebutuhan ibu sangat berarti bukan hanya untuk membantu ibu menyelesaikan salah satu tugasnya, tetapi juga bisa mendukung kesejahteraan ibu karenaibu menjadi lebih yakin bahwa ia tidak pernah sendiri.

Diakhir paparannya Psikolog Grace Eugenia memberikan Tips-Tips nya agar para Ibu terhindar dari Mommy Burnout yaitu :

  • Suami adalah orang terdekat sehingga menjadi Support System Primer yang dapat menjaga kondisi kesehatan fisik dan mental seorang ibu 
  • Bangun komunikasi rutin 2 arah, tanyakan bantuan apa yang dibutuhkan pasangan anda karena eskpetasi ayah dan ibu berbeda
  • Hindari berkata-kata tajam karena beresiko membuat ibu tertekan dan akhirnya Mommy Burnout
  • Kepekaan suami penting karena resiko ibu untuk Burnout lebih berkurang jika dukungan yang praktis membantu menyelesaikan masalah ibu
  • Find Wonder in a small thing, hargai dan beri dukungan kepada pasangan atas tambahan kemajuan meski minimalis

Selain Support System Primer ada juga sosok Support System Sekunder yaitu teman dan keluarga yang bisa kita jadikan tempat untuk mencurahkan isi hati dan kesedihan kita, merekapun dengan senang hati akan memberi dukungan dan pertolongan, yang penting adalah kita tidak memaksakan kehendak. 

dr. Mesty Ariotedjo, SpA, Dokter Spesialis Anak, Founder @tentanganakofficial, & Mom Influencer berbagi pengalamannya tentang Mommy Burnout "Sebagai seorang ibu, aku merasa harus kuat menjalani tanggung jawabku untuk keluarga. Terkadang sungkan meminta bantuan orang lain karena tidak mau merepotkan orang lain. Di sisi lain, aku juga ingin tetap memiliki aktualisasi diri. Dengan sebegitu banyaknya tanggung jawabku, kadang aku mengalami stres dan kelelahan fisik dan emosi tetapi aku sadar betul bahwa ibu yang bahagia penting bagi perkembangan anak.

Ia pun bertutur "Saya pernah mengalami Burnout yang disebabkan eskpetasi terlalu tinggi terhadap diri sendiri dan juga kepada orang lain termausk anak dan suami. Merasa dituntut sempurna, harus lebih baik, merasa tidak mengenali diri sendiri, mau rumah rapih terus, namunsebagai garda terdepan seorang ibu harus refleksi sejenak apalagi jika sedang dalam masa kehamilan, jika ibu stress akan mempengaruhi janin, masa kehamilan harus dipersiapkan tak hanya kesehatan badan dan mental karena akan mempengaruhi tumbuh kembang si kecil saat lahir nanti. 

Kedua paparan narasumber tersebut betul-betul menambah insight seputar dunia Parenting bagi saya dan suami. Harapan kedepannya kami bisa seiring sejalan menemani anak-anak di tengah keceriaan mereka. Oiya saran dari dr.Mesty untuk para suami adalah sempatkan untuk memeriksa secara berkala Kotak Pertolongan Pertama yang ada dirumah dan juga yang ada di kendaraan agar jika terjadi luka dapat segera diatasi, anak-anakpun tetap bisa bereksplorasi. 

Pertolongan Pertama Pada Luka

Dalam kesempatan yang sama, dr.Mesty juga menyampaikan bahwa salah satu wujud kasih sayang orang tua adalah membersamai sepenuhnya tumbuh kembang anak agar anak memiliki kemampuan bereksplorasi, namun disisi lain pesatnya daya ekplorasi milikirisiko untuk membuat anak terluka. Sehingga penting sekali sebagai orang tua mempersiapkan 2 hal yaitu : 

  1. Mempersiapkan kotak pertolongan pertama, luka bisa terjadi kepada anggota keluarga dimanapun dan kapanpun. Kotak Pertolongan Pertama di rumah harus dicek kelengkapannya secara berkala. Apakah sudah lengkap? Apakah ada produk yang kadaluarsa? Pastikan ada juga produk perawatan luka untuk membantu pemulihan, seperti Hansaplast Salep Luka dan Hansaplast Plester Bekas Luka
  2. Memahami langkah pertolongan pertama pada anak dan keluarga, pada prinsipnya pertolongan luka pada anak adalah bersihkan luka dengan air mengalir atau antiseptik agar mencegah infeksi, lindungi luka dari kotoran dan bakteri dengan plester atau kasa. Penting jika luka terlihat dalam dan perdarahan tak kunjung berhenti segera bawa anak ke fasilitas kesehatan

Pesan penting bagi para orangtua adalah memastikan lingkungan aman untuk anak saat mereka bereksplorasi, jika terjadi luka segera berikan pertolongan pertama, kenali jenis luka yang dialami apakah luka baret, luka lecet atau luka gores, kemudian pilih produk perawatan luka yang tepat untuk mengatasinya. Dua produk yang direkomendasikan di Kotak Pertolongan Pertama adalah Hansaplast Salep Luka dan Hansaplast Plester Bekas Luka untuk membantu proses pemulihan luka yang lebih cepat bagi Ibu dan keluarganya

Hansaplast Salep Luka adalah salep serbaguna yang mengandung petroleum jelly murni dan bahan tambahan seperti Panthenol dan Glycerin untuk memelihara dan menenangkan kulit serta mempercepat penyembuhan luka serta membantu luka ringan sembuh 2x lebih cepat dan dengan risiko luka membekas yang lebih rendah. Hansaplast Plester Bekas Luka adalah plester transparan berperekat yang terbuat dari Polyurethane, serta telah yang terbukti secara klinis membantu menyamarkan, mencerahkan dan menghaluskan tampilan bekas luka dalam 8 minggu pemakaian dimana hasil pertama dapat terlihat setelah 3-4 minggu pemakaian. 


Hansaplast Berikan Kiat Atasi Mommy Burnout melalui Kampanye #SepenuhnyaUntukIbu 

Senior Brand Manager Hansaplast Alanna Alia Hannantyas mengatakan, Mengetahui bahwa bagian dari masalah Mommy Burnout adalah pola pikir bahwa ibu harus melakukan segala sesuatunya sendirian, Hansaplast menghadirkan kampanye #Sepenuhnya Untuk Ibu yang bertujuan melibatkan suami dan support system ibu seperti keluarga dan teman, untuk membantu ibu melewati masa ini. Suami, khususnya, adalah pilar pemulihan kekuatan sosok ibu sebagai pelindung keluarga. Hansaplast ingin mengajak suami dan para support system untuk memahami dan mengenali tanda-tanda Mommy Burnout, dengan saran dari pakar dan juga masukan dari para sosok suami yang mengetahui kiat-kiat mendukung ibu yang sedang melewati momen ini,"

Sebagai brand pertolongan pertama yang sudah cukup lama bereksistensi di Indonesia, kami tidak bisa hanya melihat pemulihan luka dari sisi fisik saja, namun juga mempertimbangkani sisi emosionalnya. Kami ingin membantu para ibu dan keluarganya untuk mengatasi luka" Mommy Burnout ini sebagai masalah kehidupan modern. Memulihkan kesehatan dan kebahagiaan ibu berarti membantu membebaskania dari luka fisik maupun luka emosi," tutup Alanna.

Kiat-kiat praktis yang dihadirkan oleh Hansaplast bersama dengan Psikolog Grace tersebut dituangkan dalam sesi Pertolongan Pertama untuk ibu, yang berfokus kepada tindakan daily acts of care atau tindakan-tindakan kecil yang bisa dilakukan setiap hari oleh suami dan support system untuk mencegah, maupun mendukung ibu untuk mengatasi Mommy Burnout.

Hansaplast juga melakukan kampanye secara digital bertajuk Satu Hari, Satu Kebaikan, Aku Sayang Ibu" yaitu sebuah kegiatan untuk mengajak para konsumen melakukan satu tindakan kebaikan untuk ibu setiap hari untuk menjukkan kasih sayang kepada seorang ibu di platform sosial media instagram. Untuk informasi lebih lengkap bisa mengunjungi instagram @hansaplast_id. 



Tidak ada komentar

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke www.indrifairy.com
Jangan lupa tinggalkan komentar ^_^