Peringati Hari Menanam Pohon Sedunia, Demfarm Gelar Talkshow Bersama Petani Milenials

Kegagalan adalah sukses yang tertunda, Quote sekaligus nasehat tersebut akhirnya membuat saya tidak patah arang ketika mencoba menanam beberapa tanaman hias di halaman rumah namun harus layu sebelum berkembang, ibu saya yang melihat kegigihan saya untuk menciptakan halaman rumah yang hijau ditengah lahan yang sempit, memberikan semangat dengan cara membawakan 1 lusin pot warna warni sebagai media tanam yang baru.

Kemudian beberapa jenis tamanan hias yang saya beli di Marketplace mulai saya pindahkan ke pot-pot cantik dari ibu. Saya rawat dengan cinta, diberi pupuk yang cukup dan disirami secara teratur, Alhamdulillah usaha tersebut tidak mengkhianati hasil. Semua tanaman di dalam pot tersebut tumbuh subur, bahkan sudah bisa dibagi-bagi ke pot lainnya yang kosong.

Padahal sebelumnya saya merasa tangan saya ini tidak sedingin ibu saya yang selalu berhasil menanam pohon jenis apapun di halaman rumahnya mulai dari tanaman hias hingga sayuran dan buah-buahan seperti Pepaya, Mangga dan Jambu air. Hebatnya lagi beberapa hari yang lalu ibu saya telah membagikan hasil panen kangkungnya ke tetangga terdekat saking banyaknya. Belum lagi pohon Pare nya yang sekali panen, Bude saya yang tinggalnya nuh jauh disana pun kebagian.

Jujurly saya ingin sekali bisa seperti ibu saya yang serba telaten menjalani kegiatan apapun termasuk bercocok tanam untuk mengisi waktu luangnya, apalagi trend bercocok tanam ini kembali bangkit saat pandemi Covid-19 kemarin, tiba-tiba saja nih tetangga kiri dan kanan saya mulai berlomba-lomba mengkoleksi aneka jenis tanaman hias yang harganya lumayan bikin kantong bolong untuk mengisi waktu kosong mereka setelah Work From Home (WFH) 

Melihat fenomena tersebut tentu saja saya merasa senang karena semakin banyak orang yang menanam pohon akan semakin banyak kebaikan yang kita dapatkan, pohon yang ada disekeliling kita menjadi sumber oksigen, mencegah banjir dan mencegah longsor ketika pepohonan itu tumbuh besar, lalu bagaimana dengan yang punya lahan sempit seperti saya? Harus dong tetap menanam...tanaman hias dalam pot saja jika tumbuh subur dapat memanjakan mata dan memberikan suasana yang berbeda dirumah.

Selain faktor keindahan, lahan yang sempit ternyata dapat menghasilkan cuan jika digarap dengan serius dan semangat yang tinggi, seperti sebuah cerita inspiratif yang saya dapatkan saat menonton tayangan Instagram Live pada hari Kamis 30 November 2022 lalu di akun Instagram @demfarm_id acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon 2022, menghadirkan Angga Diandry, seorang Petani Muda sebagai narasumbernya dan Khai sebagai Host nya, 

Kegiatan ini dilaksanakan secara daring di Instagram dengan menghadirkan 100 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari blogger, journalist, petani milenial daerah, dan masyarakat umum di wilayah Indonesia. Seperti apa sih keseruannya? Yuk kita kupas tuntas bersama

Sharing Session Demfarm Bersama Dewa Sawi Pokcoy 

Masa pandemi yang terjadi hampir 3 tahun lamanya membawa dampak yang luar biasa bagi sebagian orang, ada yang tiba-tiba Jobless alias kehilangan pekerjaan, sehingga harus mengatur strategi bagaimana agar tetap survive ditengah kerasnya hidup. Kondisi tersebut pernah dialami oleh Angga Diandry ketika pada tahun 2018 kak Angga tidak memiliki pekerjaan dan merasa insecure melihat orang-orang disekitarnya yang lebih hebat.

Terbersit ide untuk menanam Hydroponic, teknik budidaya tanaman yang sedang tren belakangan ini karena cocok dilakukan di lahan yang sempit, tanpa media tanah namun dengan menggunakan media air. "Saya ingin bercocok tanam tapi yang tumbuhnya cepat ditengah lahan yang terbatas, akhirnya coba Hydroponik". Lalu Kak Angga mempelajarinya lewat tayangan Youtube dan sempat gagal diawal karena lokasi yang kurang pas dimana intensitas cahaya kurang sehingga tanaman tidak tumbuh maksimal ditambah lagi ketika malam tiba tanaman tersebut menjadi makanan tikus-tikus


Saat eksplorasi awal gagal, kak Angga langsung down, namun kerabatnya memberikan dukungan untuk mencoba lagi dengan memanfaatkan rooftop milik keluarga dan menanam 100 lubang tanah pada bulan Agustus 2022 dan berhasil akhirnya keterusan hingga kini tak terasa sudah berjalan 2 tahun 4 bulan. Sejak saat itu kak Angga lebih dikenal dengan nama Dewa Sawi Pakcoy karena kerapkali foto bersama pakcoy. 

Sebagai petani muda atau petani milenial, Angga Diandry menyebutkan menjadi petani memang belum menjadi cita-cita banyak anak muda. Kurangnya minat generasi muda menurutnya disebabkan beberapa faktor, di antaranya akses permodalan masih sulit. ketersediaan pupuk, sarana produksi pertanian, hingga kepastian offtaker untuk harga panen.

Namun, faktor utama masih minimnya minat anak muda menjadi petani, kata Angga, adalah isu rendahnya pendapatan. Dalam kesempatan live bersama Demfarm ini, Angga mencoba membagikan pengalamannya berkebun di rumah.

"Masih banyak yang enggan jadi petani, satu karena kalah pamernya. Proses perjalanan jadi petani jangan dimulai karena uangnya, tapi mencoba untuk senang dulu menjalaninya. Saat perjalanan nemu kendala atau kalau ada tahapan salah, ya kita ulangi lagi," kata Angga.

Angga mengaku hobi bercocok tanamnya terinspirasi dari eyang dan ibunya. Menurut Angga, di waktu kecil ia suka menemani eyangnya memetik hasil kebun. Pria yang dijuluki "Dewa Sawi Pakcoy" saat ini memiliki kebun di roof top sebesar 80-90 meter persegi. Adapun tanaman yang ada di kebun ini terdiri dari, pakcoy, selada, dan kale. Angga mengaku pernah berhasil memanen hingga 22 kilogram pakcoy dengan harga jual dimulai Rp40 ribu per setengah kilogram.

Kak Angga juga memberikan beberapa tipsnya seputar teknik bercocok tanam kepada para penonton Instagram Live siang itu, "Jika ingin bercocok tanam persiapkan medium tanah dan pupuknya berapa, mempelajari tanaman apa yang ingin kita tanam, seperti apa cara tumbuhnya, bikin sistem dan cari pengetahuan dari internet 

Dalam rangka Hari Menanam Pohon 2022 pada Senin lalu, Angga mencoba menyampaikan bahwa berbuat baik untuk lingkungan tidak selalu harus dimulai dengan kegiatan besar. Berkebun di rumah menjadi salah satu upaya membuat Indonesia lebih hijau. Sesuai dengan Tema sharing session kali ini yaitu Inspirasi Petani Milenial  : Dari Rumah untuk Indonesia Lebih Hijau

Dukungan Demfarm Untuk Indonesia Lebih Hijau 

Bertepatan dengan Peringatan Hari Menanam Pohon Sedunia, Demfarm menggelar acara Sharing session dengan menghadirkan founder @ibukita.kebun, Angga Diandry sebagai milenial yang sukses berkebun dengan memanfaatkan lahan yang ada. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengajak generasi muda untuk tidak malu menjadi petani milenial di rumah dan mampu menjaga lingkungan sekitar menjadi lebih sejuk dan subur. Sehingga dengan munculnya minat tersebut, ke depan akan lahir petani-petani millennial yang sukses dan lingkungan semakin sehat dan hijau. 

Bagi Tani Muda yang belum mengenal Demfarm, yuk kita kenalan lebih dekat, jadi Demfarm.ID merupakan website yang berisi informasi terkini tentang pertanian Indonesia, tips bercocok tanam, hingga orang-orang yang telah sukses menjadi petani. Info: https://bit.ly/Petanisuksesdemfarm

Demfarm berasal dari semangat positif yang berkelanjutan untuk bersama-sama mendayung kemajuan pertanian Indonesia melalui konten edukasi dan informatif tentang pertanian, pupuk, pertanian, dan info pangan. Demfarm juga mengulas dari sisi petani sukses atau UMKM pengolah makanan sebagai inspirasi bagi pembaca. 

Seiring berjalannya waktu Demfarm berani mencoba untuk terus menghadirkan konten yang segar dan baru serta aktif menyelenggarakan program-program yang mendukung industri pertanian. Salah satu program yang didukung adalah Urban Farming. Demfarm mengajak masyarakat untuk dapat memanfaatkan lahan sekitar atau lahan terbatas untuk kebutuhan pangan dan tanaman, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun sebagai profesi dan bisnis. 

Peringatan Hari Menanam Pohon Sedunia ini dapat menjadi momentum pengingat  bagi masyarakat untuk memulihkan dan melestarikan lingkungan yang semakin hari semakin rusak. Sebagaimana diketahui, pada 2020 Indonesia telah kehilangan 270 ribu ha lahan hutan primer. Pemerintah Indonesia juga tengah fokus menarik minat generasi muda untuk menjadi petani. Bahkan, salah satu industri pupuk di Indonesia, PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) sudah memiliki petani milenial binaan. Tak hanya itu, PKT juga mengembangkan program Community.

Forest di Provinsi Gorontal. Program ini digagas untuk memberikan perlindungan keanekaragaman hayati dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memberi nilai tambah ekonomi pada lahan yang kurang produktif untuk ditanami berbagai jenis pohon dan komoditas.

Namun, dalam catatan Global Forest Watch, tingkat kehilangan hutan primer di Indonesia terus menurun. Tren penurunan ini menunjukkan bahwa Indonesia tengah menuju perbaikan. Meskipun memiliki alasan untuk merayakan penurunan hutan, Indonesia perlu memperkuat langkah-langkah perlindungan hutan. Pemulihan hutan ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga masyarakat. Salah satu upaya untuk membantu merealisasikan Indonesia hijau adalah dengan memulai dari lingkungan sendiri.

#inspirasipetanidemfarm #petanimilenialdemfarm 


Tidak ada komentar

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjung ke www.indrifairy.com
Jangan lupa tinggalkan komentar ^_^